Batulicin, (Antaranews Kalsel) - Pemkab Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, menggali dan mengembangkan potensi wisata berbasis lingkungan, dan kearifan lokal.

Bupati Tanah Bumbu Mardani H. Maming di Batulicin, mengatakan, kebijakan pembangunan sektor pariwisata di daerah yang berjuluk "Bumi Bersujud" akan diarahkan pada konsep pembangunan dengan paradigma "ECOTOURISME" atau pariwisata berbasis lingkungan yang dibingkai dengan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal.

"Promosi dan informasi tentang potensi wisata daerah sangat penting dilakukan sebagai sebuah langkah konkrit dalam mempromosikan kekayaan alam dan budaya daerah kepada masyarakat luas," katanya.

Salah satu objek wisata yang akan dikembangkan, objek Wisata Batu Anjir selama ini banyak membawa dampak positif bagi para nelayan setempat.

Periode 2006 hingga saat ini objek wisata tersebut menjadi destinasi tujuan wisata unggulan yang dikelola oleh kelompok masyarakat yang tergabung dalam Pokamaswas.

Ketua Ikatan Penyuluh Perikanan Indonesia (IPKANI) Tanah Bumbu Eko Priyo Raharjo menambahkan, objek Wisata Batu Anjir terletak pada 3� 48.670` Lintang Selatan dan 115� 36.948` Bujur Timur dengan jarak � 3,23 mil dari pesisir pantai Angsana. Batu Anjir tergolong gugusan karang yang timbul pada saat air mengalami pasang surut terendah.

"Berdasarkan informasi dan pengamatan di lapangan, diperkirakan Batu Anjir ini luasnya mencapai 6 ha," katanya

Dijelaskan, asal nama Batu Anjir ini adalah pada saat air dalam kondisi akan surut, sebelum gugusan karang timbul akan terlihat seperti bayang-bayang warna merah di atas permukaan air.

Hal ini menandakan adanya gugusan karang di sekitar itu sehingga peristiwa ini disebut atau dikenal dengan istilah anjir atau terlihat berwarna kemerah-merahan oleh masyarakat setempat.

Keberadaan batu anjir sangat layak dikunjungi oleh wisatawan untuk melakukan snorkeling. Hal ini disebabkan karenaa kondisi perairan relatif lebih jernih dan jika air pasang surut terenda sehingga batu anjir akan timbul ke permukaan air laut hingga daerah yang timbul menjadi pelindung dari gempuran ombak.

Perlu diketahui, bahwa batu anjir ini merupakan salah satu dari gugusan karang yang ada di kecamatan Angsana, hingga masih banyak lagi gugusan karang yang belum terekspos, seperti Anak Karang Kima, Batu Tengah, Batu Bajangan, Batu Penggadungan, Batu Luar Penggadungan, Batu Pelampung, Batu Sawar, Batu Sampaian Ampat, Batu Penyaungan, Teraban Kecil dan lain sebagainya.

"Kita semua berharap dengan adanya wisata bahari di Tanah Bumbu ini, berdampak pada meningkat nya pendapatan nelayan dan seluruh lapisan masyarakat yang tinggal di sekitarnya. Semoga terumbu karang tetap terjaga kelestariannya, ayo kita ajak pengunjung berwisata dengan memperhatikan kaidah-kaidah yang ramah lingkungan," paparnya.

Pewarta: Sujud Mariono

Editor : Imam Hanafi


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2016