Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan mengajak para siswa melawat ke situs sejarah perjuangan di Kabupaten Tanah Laut.
 
Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kalsel Raudati Hildayati saat dikonfirmasi di Banjarmasin, Rabu, mengatakan kegiatan itu berupa program lawatan daerah untuk memperkenalkan tempat-tempat bersejarah kepada siswa.

Baca juga: Gubernur Kalsel terima Dua anugerah pendidikan dari Kemendikbudristek
 
Raudati menuturkan hal ini sebagai metode pembelajaran bagi generasi muda agar mengetahui, menghargai, dan merawat situs bersejarah di Kalsel termasuk Kabupaten Tanah Laut.
 
"Pada lawatan sejarah kali ini kami mengajak 39 orang pelajar SMA dan 13 orang guru pendamping perwakilan sekolah di 13 kabupaten/kota,” ujar dia.
 
Dia menyebut tiga situs bersejarah di Kabupaten Tanah Laut yang didatangi rombongan Disdikbud Kalsel dan para pelajar, yakni Makam Datu Insad di Desa Sambangan, Kecamatan Bati-Bati, Bukit Timah di Desa Tanjung Dewa, Kecamatan Panyipatan, dan Benteng Tabanio di Desa Tabanio.
 
Ia menerangkan pengenalan sejarah ini salah satu cara untuk kembali mengenalkan kepada generasi muda tentang objek sejarah perjuangan di Kalsel.

Baca juga: Pemprov Kalsel: Kiram Arts Festival jadi pentas kesenian dunia
 
Raudati mengakui anak mulai kurang mengetahui asal muasal tentang perjuangan daerah, terutama tiga objek bersejarah di Kabupaten Tanah Laut itu.
 
"Karenanya setelah kunjungan ke situs-situs sejarah tersebut kita berikan materi oleh narasumber di lokasi tersebut nantinya para peserta akan mempresentasikan hasil yang mereka dapat selama berkunjung ke situs sejarah itu," katanya.
 
Hilda, panggilan akrabnya, berharap melalui kegiatan tersebut para pelajar dapat memberikan informasi, inspirasi, dan pemahaman tentang suatu peristiwa sejarah daerah di Kalsel dalam konteks sejarah nasional kepada generasi muda.
 
"Ini salah satu cara kami dalam menanamkan rasa persatuan dan kesatuan bangsa serta untuk memperkokoh integrasi bangsa dan sebagai sarana pertemuan dan diskusi antara siswa-siswi," katanya.

Baca juga: Seniman dari berbagai provinsi ramaikan Kiram Arts Festival Kalsel

Pewarta: Sukarli

Editor : Taufik Ridwan


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2023