Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Kawasan konservasi hewan berhidung panjang atau "Ekowisata Bekantan" di Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, bakal dikembangkan menjadi kawasan pertanian terpadu.

Kepala Badan Lingkunagn Hidup Daerah (BLHD) Tapin, Zain Ariffin di Banjarmasin, Jumat mengatakan, pengembangan kawasan konservasi bekantan menjadi kawasan pertanian terpadu, antara lain untuk pengembangan sektor pertanian, peternakan, perikanan dan usaha mikro kecil dan menengah.

"Jadi bukan hanya kawasan konservasi yang dikembangkan, tetapi juga sekitar kawasan yang di luar kawasan konservasi, juga akan dikembangkan, untuk mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut," katanya.

Sehingga, dinas pertanian, peternakana, perindustrian, pariwisata dan lainnya, akan ikut membantu mengembangkan daerah tersebut, untuk meningkatkan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan konservasi.

Mempercepat pengembangan kawasan Konservasi Ekowisata tersebut, berbagai upaya telah dilakukan antara lain, Pemkab Tapin, telah membangun infrastruktur jalan sepanjang 14 kilometer.

Pembangunan jalan tersebut, tambah Zain, dibantu oleh TNI dengan dana sekitar Rp2,7 miliar dari APBD setempat, termasuk untuk pembebasan lahan.

Sedangkan infrastruktur dalam kawasan, dibangun pihak perusahaan PT Antang Gunung Meratus (AGM), yang selama ini sangat serius membangun kawasan konversi untuk melindungi hewan khas Kalimantan ini.

"PT AGM hingga kini sangat serius memperhatikan kawasan konservasi tersebut, dan hasil luarnya biasa," katanya.

Kawasan tersebut, kata dia, nantinya diyakini tidak hanya akan menjadi kawasan konservasi, tetapi bisa menjadi kawasan wisata andalan daerah, dan pusat pengembangan ilmu pengetahuan, terutama bagi perguruan tinggi, dan lainnya.

Saat ini, tambah dia, PT AGM telah berupaya menghutankan kembali kawasan seluas 90 hektar untuk mengantisipasi berpindahnya kumpulan bekantan yang saat ini perlu banyak makanan dari berbagai tumbuh-tumbuhan.

Upaya menjaga hewan primata ini juga dilakukan dengan membangun pondok-pondok sebagai tempat penyediaan bahan makanan seperti pisang mentah dan buah-buahan lain untuk mencukupi kebutuhan nutrisi bekantan.

Zain menyebutkan, pihaknya saat ini fokus menanam berbagai jenis pohon untuk mempercepat penghijauan di areal itu. Selanjutnya melengkapi dengan tanaman yang menjadi sumber makanan bekantan yang diperkirakan berjumlah 258 ekor itu.

Sebelumnya, BLHD Tapin bersama PT Antang Gunung Meratus, menggelar silaturahmi dengan Komunitas wartawan peduli lingkungan (KohjI) Pena Hijau Kalimantan Selatan, melalui acara buka bersama di Banjarmasin.

Pewarta: Ulul Maskuriah

Editor : Ulul Maskuriah


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2016