Banjarbaru, (AntaranewsKalsel) - Pelaksanaan ujian nasional Sekolah Menengah Pertama dan sederajat serta ujian paket B di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, berjalan lancar dan aman tanpa hambatan.


Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru, Edy Yuana Pribadi di Banjarbaru, Senin mengatakan, ujian nasional berbasis komputer dan kertas, lancar.

"Pelaksanaan ujian nasional baik berbasis komputer maupun berbasis kertas tidak ada masalah, semuanya lancar," ujarnya saat memantau ujian di SMPN 1 Banjarbaru.

Ia mengatakan, ujian nasional berbasis komputer (UNBK) di Kota Banjarbaru hanya dilaksanakan satu sekolah, yakni SMP Negeri 1 yang diikuti 382 siswa.

Disebutkan, pelaksanaan UNBK di sekolah favorit itu tidak ada masalah dan berjalan tertib juga lancar meski pada sesi pertama terlambat karena faktor teknis.

"Sesi pertama UNBK mengalami keterlambatan 30 menit karena ada aplikasi yang harus diperbaharui dan baru pukul 08.00 Wita ujian dimulai dari jadwal 07.30 Wita," ungkapnya.

Selain UNBK yang berjalan lancar, ujian nasional pensil dan kertas (UNPK) juga berjalan lancar termasuk UN yang diikuti siswa MTs baik negeri maupun swasta di kota itu.

"Harapan kami, pelaksanaan UN tingkat SMP bisa lancar hingga hari terakhir sehingga 4.271 peserta bisa mengikuti ujian tanpa hambatan yang mengganggu konsentrasi," ucapnya.

Kepala SMP Negeri 1 Fakhriati mengatakan, keterlambatan itu tidak mengganggu konsentrasi peserta dan mereka bisa menjawab soal Bahasa Indonesia yang diujikan.

"Keterlambatan setengah jam tidak masalah dan seluruh siswa bisa ikut ujian dengan penuh konsentrasi baik pada sesi pertama hingga sesi ketiga berakhir," kata dia.

Menurut dia, UNBK yang sudah dilaksanakan di sekolahnya sangat bagus karena mempermudah siswa mengikuti ujian yang dijadwalkan 9-12 Mei 2016 itu.

"Kami menilai, UNBK lebih praktis karena sama sekali tidak ada kertas yang digunakan selama ujian karena seluruhnya menggunakan sistem komputerisasi," katanya.

Pewarta: Yose Rizal

Editor : Imam Hanafi


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2016