Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan, kembali melakukan tes urine kepada ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN).

Pelaksanaan tes urine bekerja sama dengan Rumah Sakit Pambalah Batung Amuntai (RSPB) disaksikan Plt.Asisten I bidang Pemerintahan dan Kesra Setda HSU mewakili Penjabat Bupati dan Kepala BNNK HSU bertempat di Aula KH.DR.Idham Chalid Amuntai, Selasa.

"Hasil tes urine di berbagai daerah nanti akan dilaporkan kepada Menteri Dalam Negeri dan BNN yang selanjutnya BNN akan melaporkan kepada Presiden Republik Indonesia," ujar Kepala BNNK HSU Syamsuddin.

Ia mengatakan, pelaksanaan tes urine terhadap ASN ini berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 02 tahun 2020 yang berkaitan dengan P4GN atau Pemberantasan,Penyalah gunaan,Peredaran Gelap Narkotika.

Inpres ini, lanjutnya, ditujukan kepada instansi maupun lembaga, termasuk di dalamnya Kementerian Dalam Negeri. Ia berterima kasih karena pemerintah dan ASN di Kabupaten HSU telah bekerja sama dengan BNNK.

Syamsuddin mengatakan, pada 2021 pelaksanaan tes urine mencapai 100 persen dari sasaran dan hasilnya semuanya negatif. 
 
Sebelum pelaksanaan tes urine diberikan Sosialisasi dan Penyuluhan kepada ASN oleh pihak BNNK HSU di Aula KH Idh Chalid Amuntai, Selasa (27/12/22). (ANTARA/Eddy A/Diskominfo HSU)

"Semoga pelaksanaan tes urine terhadap ASN Hulu Sungai Utara di penghujung 2022 ini juga berjalan baik dan hasilnya baik pula," kata Syamsuddin 

Kepala Sub Koordinator Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat  BNNK HSU, Rusmiati menambahkan, tes urine sebagai salah satu upaya deteksi dini tentang narkotika.

"Di samping tes urine kita juga memberikan penyuluhan atau sosialisasi," katanya .

Plt.Asisten I bidang Pemerintahan dan Kesra Setda HSU H.Adi Lesmana,berterima kasih atas  kepada ASN yang bersedia mengikuti kegiatan tes urine. Sebanyak 100 orang ASN mewakili seluruh OPD/SKPD telah berpartisipasi mengikuti kegiatan Tes Urine.

"Kita harapkan Aparatur Sipil Negara  menjadi contoh teladan dimasyarakat agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan Narkotika, obat-obatan terlarang," kata Adi.

Adi mengakui jika masalah Narkotika, khususnya penyalahgunaan obat-obatan terlarang menjadi masalah serius di Kabupaten HSU, di mana daerah ini menjadi lintasan perdagangan Narkotika antar provinsi.

BNNK HSU hari itu merilis hasil tes Urine terhadap ASN HSU. Kepala BNNK HSU Syamsuddin menyampaikan bahwa hasilnya adalah Negarif. Ia berharap ASN tetap menghindari penggunaan Narkotika dan obat-obatan terlarang karena bisa berdampak terhadap pelayanan kepada masyarakat dan karier sebagai ASN.


 

Pewarta: Eddy Abdillah

Editor : Mahdani


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2022