Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Tanah Bumbu, meluncurkan program "Detak-Detik" atau desa tertib administrasi kependudukan dengan teknologi informasi komunikasi.

Kepala Disdukcapil Tanah Bumbu Gento Hariyadi di Batulicin, Kamis mengatakan, inovasi ini diluncurkan dalam rangka mendekatkan pelayanan administrasi kependudukan (adminduk) ke masyarakat dengan cara membuka tempat layanan diseluruh desa dan kelurahan yang ad di Kabupaten Tanah Bumbu.

"Dengan dibukanya layanan di desa dan kelurahan tersebut tentunya masyarakat lebih diuntungkan karena berurusan hanya sampai di kantor desa atau kelurahan," katanya.

Menurut Gento, masyarakat lebih diuntungkan dengan inovasi ini. Selain hemat biaya, juga hemat waktu.

Di sisi lain, manfaat yang diperoleh oleh pemerintah desa adalah data desa menjadi update, real time data, dan desa juga dimudahkan menyusun monografi desa.

Kemudian manfaat lain bagi satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yaitu database valid sehingga memudahkan dalam hal perencanaan pembangunan daerah, dan kelancaran pelayanan publik di lembaga lain.

"Terget yang ingin dicapai dari inovasi tersebut yaitu Kabupaten Tanah Bumbu menjadi kabupaten tertib administrasi kependudukan," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pendaftaran Penduduk (Dafduk) Disdukcapil Tanbu Muhammad Hasan menambahkan, agar inovasi tersebut berjalan dengan lancar maka Disdukcapil menggelar Bimbingan Teknis dan Sosialisasi Informasi "Detak-Detik" bagi operator desa dan kelurahan se-Kabupaten Tanah Bumbu.

Bimtek  digelar di Ruang Rapat Kantor Disdukpencapil Tanbu di Gunung Tinggi Kecamatan Batulicin.

"Hari ini ada dua Kecamatan yang mengikuti Bimtek, dan selanjutnya akan digelar dibeberapa Kecamatan lainnya," ujar Hasan. 

Cara kerja dari Inovasi Detak-Detik adalah masyarakat datang ke kelurahan atau desa. Kemudian operator desa mengupload data dukung persyaratan yang diperlukan, lalu dikirim ke Disdukcapil Tanbu. Selanjutnya Disdukcapil melakukan verifikasi data tersebut, dan dilakukan penginputan data di Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK). 

Setelah jadi, maka dokumen tersebut dikirim via e-mail (surat elektronik) oleh Disdukcapil ke Desa atau Kelurahan. Desa menerima dokumen dalam bentuk portable document format (PDF).

Pasalnya, Disdukcapil telah menerapkan tandatangan elektronik dan menggunakan kertas putih biasa maka desa bisa mencetak sendiri dokumen tersebut atau dikirim ke warga bersangkutan karena warga bisa mencetak sendiri dokumen tersebut, terkecuali untuk dokumen e-KTP atau kartu identitas anak (KIA) karena masih berbentuk kartu. 

Untuk penerbitan e-KTP dan KIA pun masih difasilitasi oleh Disdukcapil Tanbu karena pengiriman dilakukan bekerjasama dengan perusahaan penyedia jasa ekspedisi dikirim ke desa atau kelurahan dan tanpa biaya. 

"Insya Allah awal November 2022 inovasi Detak-Detik ini sudah jalan, karena saat ini Dukcapil masih melaksanakan bimtek dan sosialisasi untuk operator desa dan kelurahan," pungkasnya

Pewarta: Sujud Mariono

Editor : Imam Hanafi


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2022