Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, Siti Nurbaya Bakar, Kamis (24/03) melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Taman Hutan Hujan Tropis Indonesia di kawasan perkantoran Gubernur Kalimantan Selatan di Banjarbaru.

Tiba di lokasi, Menteri Siti Nurbaya yang di damping oleh Sekda Provinsi Kalimantan Selatan Roy Rizali Anwar, beserta rombongan yang disambut Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kalsel, dan Pejabat Utama di Pemprov Kalsel, langsung melepas puluhan ekor burung dan menanam berbagai jenis pohon endemik Kalimantan, yang telah disiapkan oleh penyelenggara.

Siti Nurbaya mengatakan, pertama kali ke Kalsel di tahun 2015 saat itu kondisinya masih gersang dan karhutla masih tinggi, namun pada kunjungannya yang ke empat ini, Taman Hutan Hujan Tropis Indonesia di Kalimantan Selatan, jauh lebih hijau ditumbuhi pohon pohon yang besar.

Menteri  mengajak dirjen, para guru besar dan ahli-ahli otoritas akademik di bidang kehutanan, untuk melihat keberhasilan Kalsel dalam mengelola Taman Hutan Hujan Tropis, yang nantinya akan di jadikan percontohan untuk diterapkan dalam pengelolaan Forest City di Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan Timur.

"Betapa pentingnya kita berada di Kalsel, jelas betapa pentingnya Kalsel dalam mengembangkan hutan hujan tropis. Kita ingin belajar dari hal-hal yang bagus dan tidak bagusnya," ucapnya.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, Siti Nurbaya Bakar, Kamis (24/03) menanam Pohon Tengkawang, di Taman Hutan Hujan Tropis Indonesia di kawasan perkantoran Gubernur Kalimantan Selatan di Banjarbaru (Antaranews Kalsel/Latif Thohir)

Sementara itu, Dirjen Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan, Ruandha Agung mengatakan, salah satu kegiatan yang segera di lakukan di IKN adalah membangun Hutan Tropika Kalimantan, menurutnya apa yang akan di bangun di Kalimantan Timur nanti paling tidak bisa Copy Paste dengan apa yang  telah dibangun di Kalsel.

“disini terlihat keberhasilan yang luar biasa, ini contoh yang ditanam bu menteri dalam dua tahun pertumbuhannya sangat luar biasa“ katanya

Ruandha juga menyampaikan, pada tahun 2024 presiden akan mulai berkantor di IKN, sehingga penghijauan harus diupayakan semasiv mungkin.

“di dekat IKN sudah ada persemaian besar yang akan memproduksi bibit untuk kebutuhan lahan seluas 16 juta hektar pertahun, untuk kebutuhan bibit diseluruh Kalimantan” katanya

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Forestika, Nuresworo Nugroho, Menurutnya Taman Hutan Hujan Tropis Kalimantan Selatan tersebut,  merupakan contoh yang baik dan akan di jadikan role model di Forest City  IKN.

“IKN kalo bisa polanya seperti ini, sehingga nanti tentu saja ada klaster-klaster dan kalo bisa 50 persen pohon yang ditanam merupakan endemik dari Kalimantan sendiri” katanya

Berdasarkan data Dinas Kehutanan Kalimantan Selatan, kawasan Hutan Hujan Tropis Indonesia Kalimantan Selatan, memiliki luas 90 hektar dan yang  telah ditanami seluas 58 hektar, yang terdiri dari berbagai jenis tanaman endemik Kalimantan.

Pewarta: Latif Thohir

Editor : Imam Hanafi


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2022