Provinsi Kalimantan Selatan dengan berpenduduk mencapai 3,6 juta jiwa di 13 kabupaten/kota, belum memiliki wadah yang secara khusus menangani penjualan manusia.
Kabid Bina Peran Serta Masyarakat, Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (BP3A) Kalimantan Selatan Ismet Setia Rabu mengatakan, meski belum memiliki wadah khusus tersebut namun pihaknya siap membantu warga yang mengalami kasus tersebut.
Berdasarkan data BP3A Kalsel di provinsi tertua daratan Pulau Borneo tersebut hingga saat ini berlum terdapat kasus perdagangan manusia, ungkap mantan staf Biro Humas Pemprov tersebut.
Kendati demikian, lanjutnya, seiring dengan perkembangan zaman, Kementerian Pemberdyaan Perempuan meminta BP3A Kalsel supaya memiliki wadah khusus untuk penanganan kasus penjuangan manusia.
"Oleh sebab itu, Pemprov Kalsel akan membentuk wadah khusus tersebut pada bulan Juli 2011 ini juga dan insya Allah peresmiannya dari Kementerian Perberdayaan Perempuan," tuturnya saat jumpa pers di Gedung Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalsel.
Selain penanganan terhadap kasus penjualan manusia, Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kalsel juga membantu penanganan kasus kekerasan dalam rumah tangga serta eksploitasi anak.
Dalam penanganan tersebut, BP3A Kalsel akan berkoordinasi dengan pihak terkait jika terjadi kasus kekerasan dalam rumah tangga atau eksploitasi anak.
Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kalsel juga melakukan berbagai kegiatan pemberdayaan perempuan dan anak guna peningkatan kualitas hidup, demikian Ismet.
Sementara itu Ketua PWI Kalsel Fathurrahman berharap, selayaknya seluruh kegiatan pemerintah terkait peningkatan kualitas hidup layak untuk diberitakan.
"Oleh sebab itu kepada pihak Pemprov Kalsel agar melakukan publikasi setiap kegiatan peningkatan kualitas hidup masyarakat," pintanya.
"Dengan melakukan publikasi, maka masyarakat akan mengetahui informasi upaya Pemerintah Kalsel yang selalu ingin meningkatkan kualitas hidup masyarakatnya," demikian Fathurrahman.(her/B)
Editor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2011