Bonus atlet Kalimantan Selatan (Kalsel) yang berprestasi, baik pada Pekan Olahraga Nasional (PON) dan Paralempic atau penyandang cacat di Papua beberapa waktu lalu segera terealisasi.

Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Kalsel Roy Rizali Anwar menyatakan itu, usai rapat bersama Badan Anggaran (Banggar) DPRD provinsi setempat di Banjarmasin, Rabu (29/12).

"Kalau RAPBD Kalsel Tahun 2022 sudah mendapat persetujuan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia, kita akan segera realisasikan bonus atlet berprestasi tersebut," ujarnya.

"Pasalnya anggaran untuk bonus atlet berprestasi, baik pada PON maupun PAPARNAS di Papua 2021 dianggarkan dalam APBD 2022," lanjutnya didampingi Kepala Bappeda Kalsel H Nurul Fajar Desira.

Ia menyebutkan, besaran bonus untuk peraih medali emas rencananya Rp300 juta. "Tapi kita lihat nanti bagaimana anggarannya," jawab Roy singkat.

Sementara walaupun kontingen Kalsel berada pada urutan 22 dalam PON di "Bumi Cendrawasih" Papua beberapa waktu lalu perolehan medali emas empat, perak sembilan da 12 perunggu.

Sedangkan para difabel atau penyandang cacat kontingen Kalsel dalam PAPARNAS di provinsi yang dulu bernama Irian Barat itu menduduki peringkat empat.

Perolehan medali para penyandang cacat di PAPARNAS Papua 2021 untuk emas 41, perak 43 serta perunggu 49 buah. 

Rapat Banggar DPRD Kalsel membicarakan APBD 2022 itu dipimpin Ketuanya H Supian HK yang juga Ketua Dewan provinsi tersebut.



 

Pewarta: Syamsuddin Hasan

Editor : Ulul Maskuriah


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2021