KPU Rusia belajar efisiensi biaya Pemilu kepada KPU Indonesia karena keberhasilan pelaksanaan Pemilu pada tahun 2009, ujar Ketua KPU Pusat, A Hafiz Anshari.
   
Hal tersebut dikatakannya saat meresmikan gedung kantor KPUD Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, di Paringin, ibu kota Balangan, Kamis (7/7).

Menurutnya, negara-negara di dunia memandang pelaksanaan Pemilu di Indonesia yang diikuti oleh lebih dari 170 pemilih merupakan salah satu yang terbesar dan sukses.
   
"Meskipun untuk lingkup dalam negeri sendiri, Pemilu kita masih menyisakan masalah-masalah kecil, tetapi pandangan dunia luar relatif bagus," ujarnya.

Atas keberhasilan itu, KPU Indonesia dengan KPU Rusia kemudian melakukan penandatangan nota kesepahaman (MoU) di Kota Moscow, Rusia pada Juni lalu.

Ia mengatakan, kerja sama yang tertuang dalam MoU tersebut dalam bidang pengelolaan dan administrasi Pemilu dengan bentuk pertukaran pengetahuan dan pengalaman serta pengembangan organisasi dan teknis Pemilu.

"Kita melakukan pertukaran informasi, materi, keahlian dan pengaturan pelatihan personil serta sistem distribusi materi, teknologi pemungutan suara, partisipasi kaum minoritas dan perempuat serta kaum disabilitas," katanya.
   
Ia menambahkan, rencana kerja sama tersebut telah dirintis sejak 2010 melalui pembahasan Komisi Bersama Indonesia-Rusia.
   
"Kita patut berbangga, keberhasilan pelaksanaan Pemilu menjadi tolak ukur bagi negara lain untuk belajar, dan ini merupakan kesempatan berharga bagi kita untuk dapat berkembang menjadi lebih baik," tambahnya.
   
Indonesia sebagai negara maritim yang terdiri dari banyak pulau, kadang menyebabkan kesulitan dalam pelaksanaan Pemilu dan pendistribusian logistik dan hal tersebut juga dialami oleh Rusia.
   
Kesulitan yang terjadi biasanya berdampak pada besarnya anggaran biaya pelaksanaan Pemilu sehingga perlu adanya langkah-langkah antisipasi untuk mengefisienkannya.
   
Karena itu, sangat perlu adanya persiapan matang melalui teknik dan mekanisme saling berbagi pengalaman dengan negara lain dengan harapan nantinya dapat dilakukan penekanan biaya, demikian A Hafiz Anshari./adi*C

Pewarta:

Editor : Imam Hanafi


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2011