Jakarta, (Antaranews Kalsel) - Pelatih ganda campuran Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Richard Mainaky mengharapkan pasangan Praveen Jordan/Debby Susanto dapat menembus putaran semifinal Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis BWF 2015.


"Kami targetkan Praveen/Debby untuk meraih medali. Paling tidak mereka harus dapat mencapai semifinal. Kami berharap mereka dapat menjegal pasangan-pasangan unggulan dan bertemu Tontowi/Liliyana pada semifinal," kata Richard di Jakarta, Kamis.

Richard mengatakan Praveen/Debby berada pada pool kurang menguntungkan berdasarkan hasil undian turnamen yang akan digelar 10-16 Agustus di Stadion Istora Senayan, Jakarta, itu.

Perjuangan Praveen/Debby, lanjut Richard, cukup berat karena berada satu pool dengan pemain-pemain unggulan seperti pasangan peringkat pertama dunia asal Tiongkok Zhang Nan/Zhao Yunlei, pasangan unggulan Denmark Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen, serta rekan satu negara Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir.

"Hasil undian memang kurang menguntungkan, hampir semua wakil Indonesia berkumpul pada pool atas. Tapi, kemungkinan untuk kejutan tetap ada," katanya.

Tiga wakil ganda campuran Indonesia yaitu Tontowi/Liliyana, Praveen/Debby, serta Edi Subaktiar/Gloria Emanuelle Widjaja berada pada pool atas hasil undian kejuaraan dunia.

"Melihat hasil undian. Kami berharap dapat mengalahkan pasangan-pasangan unggulan dan mencapai target yang telah ditentukan," kata Praveen.

Sementara, satu pasangan lain Indonesia Riky Widianto/Richi Puspita Dili berada pada pool bawah dengan pasangan-pasangan unggulan dunia seperti pasangan Tiongkok Xu Chen/Ma Jin, dan pasangan Inggris Chris Adcock/Gabrielle Adcock.

"Fokus utama Riky/Richi dan Edi/Gloria adalah mengumpulkan kemenangan sebanyak-banyaknya untuk meraih poin lebih besar. Tapi, mereka juga dapat membuat kejutan," ujar Richard.

Keempat pasangan ganda campuran Indonesia langsung bertemu lawan pada putaran kedua tanpa bertanding pada putaran pertama dalam Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis ke-22 itu.


"Tontowi/Liliyana pernah kalah dari pasangan Hong Kong Lee Chun Hei/Chau Hoi Wah. Tapi, saya telah berdiskusi dengan Tontowi/Liliyana untuk menerapkan pola bermain seperti pada turnamen Indonesia Terbuka 2015 lalu. Turnamen itu menjadi laga perantara bagi mereka menuju Olimpade 2016," kata Richard./e

Pewarta: Imam Santoso

Editor : Asmuni Kadri


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2015