Pemerintah Indonesia dan Korea Selatan kembali memperkuat hubungan kerja sama dalam bidang riset teknologi kelautan dan perikanan melalui Korea-Indonesia Ocean ODA Research Equipment Handover Ceremony, Kamis (3/6).

Melalui seremoni penyerahan ini, Korea Selatan (Korsel) melalui Kementerian Samudera dan Perikanan memberikan alat riset teknologi kelautan dan perikanan yang nantinya akan digunakan oleh Indonesia melalui Institut Teknologi Bandung (ITB).

Penyerahan alat riset menjadi tindak lanjut kesepakatan antara Kementerian Samudera dan Perikanan Korsel dan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) yang mendirikan Korea-Indonesia Marine Technology Cooperation Research Center (MTCRC) pada 2018 lalu.

"Kerja sama riset teknologi kelautan dan perikanan sudah berjalan dengan sangat baik antar Indonesia dan Korea melalui lembaga riset bersama, MTCRC. Mulai dari program OCEAN ODA di Cirebon, survei dasar laut untuk Indonesia Coral Reef Garden (ICRG) di Bali, sampai membantu survei laut untuk mencari pesawat Sriwijaya Air SJ-182 di Perairan Kepulauan Seribu," kata Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim Kemenko Marves Safri Burhanuddin dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat.

Deputi Safri menambahkan kerja sama tersebut akan berlanjut, salah satunya melalui pemanfaatan satelit yang dimiliki oleh Korsel yang akan diusulkan dalam proyek ODA pada tahun mendatang.

Berbagai alat untuk melakukan riset teknologi kelautan dan perikanan ini nantinya akan dikelola oleh ITB. Beberapa peralatannya, yaitu mobil operasional Hyundai H-1 dan H-100, fixed wing Drone, Rotary Wing Drone, RTK GNSS-Leica GS18 T, multibeam echo sounder kongsberg geoswath 4R, sub bottom profiler kongsberg geopulse compact, single beam echo sounder kongsberg EA440, instrumen pengukuran parameter oseanografi, grab sampler, kapal survei dan riset ARA, high performance server, plotter, dan komputer untuk sarana pelatihan.

Penyerahan alat riset tersebut disimbolisasikan dengan penyerahan sertifikat dan cinderamata oleh Ani Nigeriawati selaku Minister Counsellor for Trade and Investment Kedubes RI di Korsel dan Deputi Song Sang Keun mewakili Menteri Samudera dan Perikanan Korsel.

Penyerahan alat riset laut itu juga turut dihadiri oleh Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Sesmenko Marves) Agung Kuswandono, Perwakilan dari Duta Besar Republik Korea di Indonesia Joonsan Lee, Asisten Deputi Hilirisasi Sumber Daya Maritim Amalyos Chan, Wakil Rektor ITB Bidang Riset dan Inovasi I Gede Wenten, Presiden KIOST Kim Woong-seo, dan Presiden KMI Chang Young-Tae.



 

Pewarta: Ade irma Junida

Editor : Ulul Maskuriah


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2021