Amerika Serikat akan memperluas kelayakan Haiti untuk program kemanusiaan yang memberikan bantuan deportasi dan izin kerja kepada imigran yang tidak dapat kembali dengan selamat ke negara asal mereka, Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) mengatakan pada Sabtu (22/5).

Penetapan baru Status Pelindungan Sementara (TPS) akan mencakup sekitar 150.000 warga Haiti yang sudah tinggal di Amerika Serikat, Senator Demokrat Bob Menendez mengatakan dalam sebuah pernyataan yang memuji keputusan tersebut.

"Setelah pertimbangan yang cermat, kami memutuskan bahwa kami harus melakukan apa yang kami bisa untuk mendukung warga negara Haiti di Amerika Serikat sampai kondisi di Haiti membaik sehingga mereka dapat dengan aman kembali ke rumah," kata Sekretaris DHS Alejandro Mayorkas dalam sebuah pernyataan, mengutip masalah keamanan, peningkatan pelanggaran hak asasi, "kemiskinan yang melumpuhkan dan kurangnya sumber daya dasar."

Para politisi Demokrat, beberapa politisi Republik dan pendukung pro imigran telah menekan pemerintahan Presiden Joe Biden untuk membuat lebih banyak orang Haiti yang berada di negara itu secara ilegal memenuhi syarat untuk bantuan deportasi. Mantan Presiden Partai Republik Donald Trump telah berusaha untuk mengakhiri sebagian besar pendaftaran TPS, termasuk warga Haiti, tetapi terhalang oleh pengadilan federal.

Program ini memungkinkan orang yang sudah berada di Amerika Serikat untuk tinggal dan bekerja secara legal jika negara asal mereka terkena bencana alam, konflik bersenjata, atau peristiwa lain yang mencegah mereka untuk kembali dengan selamat. Penetapan itu berlangsung enam hingga 18 bulan dan dapat diperbarui.

Warga Haiti diberi status dilindungi setelah gempa bumi dahsyat tahun 2010 di negara kepulauan Karibia itu. Program tersebut saat ini mencakup sekitar 54.000 warga Haiti yang tinggal di Amerika Serikat sejak Januari 2011, kata seorang juru bicara DHS.

Langkah baru itu akan memperpanjang program selama 18 bulan bagi mereka yang sudah ada di dalamnya dan memperluas kelayakan untuk warga Haiti di Amerika Serikat mulai 21 Mei. Itu akan membuat sekitar 100.000 lebih orang memenuhi syarat, kata juru bicara itu.

Mayorkas menekankan bahwa warga Haiti yang tiba di Amerika Serikat setelah 21 Mei tidak akan memenuhi syarat dan dapat dideportasi.

Menendez memuji langkah tersebut, seraya mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa itu "akan menghindari destabilisasi upaya pemulihan pulau yang rapuh itu."

Pemerintahan Biden membuka program TPS untuk sekitar 320.000 warga Venezuela yang tinggal di Amerika Serikat pada Maret dan untuk beberapa ribu warga Suriah pada Januari.

Sekitar setengah dari imigran Haiti dan Venezuela di Amerika Serikat tinggal di Florida, menurut Institut Kebijakan Migrasi yang berbasis di Washington.

Dalam beberapa bulan mendatang, pemerintahan Biden juga akan menghadapi keputusan apakah akan memperbarui atau memperluas kelayakan TPS untuk imigran dari El Salvador, Honduras dan lima negara lain yang tercakup oleh program tersebut.

Sumber: Reuters

Pewarta: Mulyo Sunyoto

Editor : Ulul Maskuriah


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2021