Banjarbaru,  (AntaranewsKalsel) - Gubernur Kalimantan Selatan Rudy Ariffin mengimbau pemerintah daerah baik kabupaten dan kota melakukan shalat minta hujan (Istisqa) agar hujan segera diturunkan Allah SWT.


"Imbauan kami seluruh pemerintah kabupaten dan kota di wilayah Kalsel menggelar shalat Istisqa sehingga hujan segera diturunkan Allah," ujarnya di Banjarbaru, Senin.

Ia mengatakan, Pemprov Kalsel bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Kantor Kementerian Agama Kalsel menggelar shalat Istisqa pada Selasa (14/10) di Banjarmasin.

Dijelaskan, shalat yang dipusatkan di lapangan Masjid Raya Sabilal Muhtadin itu diikuti berbagai elemen masyarakat dan diharapkan hujan segera diturunkan.

"Shalat Istisqa merupakan bagian dari upaya umat muslim berserah diri kepada Allah meminta diturunkan hujan sehingga harus didukung oleh pemerintah dan masyarakat,"ucapnya.

Menurut dia,hampir seluruh wilayah di Kalsel tidak pernah diguyur hujan selama satu bulan terakhir sehingga membuat udara panas dan suhu tinggi terutama pada siang hari.

Disebutkan, dampak buruk kondisi cuaca menyebabkan kebakaran lahan dan semak sehingga memunculkan kabut asap yang cukup mengganggu aktivitas masyarakat di luar rumah.

"Makanya, Pemprov bersama pihak terkait menggelar shalat Istisqa agar wilayah Kalsel secara keseluruhan di guyur hujan sehingga suhu dan udara menjadi nyaman," ujarnya.

Dikatakan, pihaknya sudah meminta bantuan pemerintah agar bisa melaksanakan Teknik Modifikasi Cuaca (TMC) untuk mempercepat turunnya hujan.

"Namun, permohonan bantuan tidak disetujui karena belum adanya awan pembentuk hujan di atas Kalsel sehingga TMC dimungkinkan kurang berhasil," ujarnya.

Sementara itu, Ketua MUI Kalsel dan Kakanwil Kemenag Kalsel melalui media cetak lokal di Banjarmasin menyerukan umat Islam memenuhi persyaratan shalat Istisqa.

Isi seruan yakni menganjurkan puasa sebelum shalat, beristigfar dan bertobat atas segala salah dan dosa serta meninggalkan kedzaliman dan memperbanyak amal saleh.

Pewarta: Yose Rizal

Editor : Asmuni Kadri


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2014