Masyarakat adat Dayak Balangan, sub etnis Dayak Meratus di Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, khususnya yang mendiami wilayah Desa Uren di Kecamatan Halong, banyak yang mengidap penyakit tekanan darah tinggi atau "Hypertensi".
Menurut dokter yang bertugas di Puskesmas Uren, yang membawahi lima desa terpencil hunian masyarakat adat setempat, Setiawan Suseno di Paringin, Ibu Kota Balangan, Selasa penyebutkan hal itu dan belum diketahui pasti penyebab kecendrungan hypertensi.
"Rata-rata tekanan darah mereka di atas 120 mmhg dan bahkan ada yang mencapai 200 mmhg, dimana hal itu sudah di atas normal," ujarnya.
Nilai normal yang biasanya digunakan untuk ukuran tekanan darah berkisar antara 120/80 mmhg sampai dengan 140/90 mmhg.
Ia mengatakan, tidak ada keluhan serius yang disampaikan masyarakat adat Dayak di sana terkait tekanan darah mereka yang di atas normal.
"Paling yang mereka keluhkan itu hanyalah pusing dan rasa tegang pada tengkuk. Selebihnya, biasa-biasa saja," katanya.
Hypertensi atau tekanan darah tinggi secara medis salah satunya dipengaruhi juga oleh bertambahnya usia.
Namun pada masyarakat adat Dayak Balangan, sub etnis Dayak Meratus di sana, para remaja juga diketahui telah mengidap tekanan darah tinggi.
Ia menambahkan, bisa jadi yang diidap masyarakat adat Dayak di sana adalah hypertensi esensial atau hypertensi primer yang tidak diketahui penyebabnya.
"Ada beberapa faktor yang mempengaruhi hypertensi esensial, seperti genetik, lingkungan, gangguan pengeluaran atau ekskresi garam natrium serta faktor-faktor yang meningkatkan resiko seperti kegemukan, alkohol, merokok dan lain-lain," ujarnya.
Tekanan darah tinggi sering kali dikaitkan dengan karakter seseorang yang sering mengalami emosi berlebihan sehingga bila ada orang yang sering marah biasanya dikatakan mengalami tekanan darah tinggi.
Namun dari hasil pengamatan pada perilaku masyarakat adat Dayak Balangan, tingkah sering marah atau emosi yang berlebihan sangat jarang terjadi.
Tingginya tekanan darah pada masyarakat adat Dayak Balangan dinilai cukup rentan sebagai penyebab terjadinya stoke meskipun hingga saat ini belum ada ditemui kasus tersebut.
Untuk itu dianjurkan kepada masyarakat setempat agar terus melakukan pengontrolan terhadap tekanan darah mereka, demikian Setiawan Suseno. (adi/B)
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2011
Menurut dokter yang bertugas di Puskesmas Uren, yang membawahi lima desa terpencil hunian masyarakat adat setempat, Setiawan Suseno di Paringin, Ibu Kota Balangan, Selasa penyebutkan hal itu dan belum diketahui pasti penyebab kecendrungan hypertensi.
"Rata-rata tekanan darah mereka di atas 120 mmhg dan bahkan ada yang mencapai 200 mmhg, dimana hal itu sudah di atas normal," ujarnya.
Nilai normal yang biasanya digunakan untuk ukuran tekanan darah berkisar antara 120/80 mmhg sampai dengan 140/90 mmhg.
Ia mengatakan, tidak ada keluhan serius yang disampaikan masyarakat adat Dayak di sana terkait tekanan darah mereka yang di atas normal.
"Paling yang mereka keluhkan itu hanyalah pusing dan rasa tegang pada tengkuk. Selebihnya, biasa-biasa saja," katanya.
Hypertensi atau tekanan darah tinggi secara medis salah satunya dipengaruhi juga oleh bertambahnya usia.
Namun pada masyarakat adat Dayak Balangan, sub etnis Dayak Meratus di sana, para remaja juga diketahui telah mengidap tekanan darah tinggi.
Ia menambahkan, bisa jadi yang diidap masyarakat adat Dayak di sana adalah hypertensi esensial atau hypertensi primer yang tidak diketahui penyebabnya.
"Ada beberapa faktor yang mempengaruhi hypertensi esensial, seperti genetik, lingkungan, gangguan pengeluaran atau ekskresi garam natrium serta faktor-faktor yang meningkatkan resiko seperti kegemukan, alkohol, merokok dan lain-lain," ujarnya.
Tekanan darah tinggi sering kali dikaitkan dengan karakter seseorang yang sering mengalami emosi berlebihan sehingga bila ada orang yang sering marah biasanya dikatakan mengalami tekanan darah tinggi.
Namun dari hasil pengamatan pada perilaku masyarakat adat Dayak Balangan, tingkah sering marah atau emosi yang berlebihan sangat jarang terjadi.
Tingginya tekanan darah pada masyarakat adat Dayak Balangan dinilai cukup rentan sebagai penyebab terjadinya stoke meskipun hingga saat ini belum ada ditemui kasus tersebut.
Untuk itu dianjurkan kepada masyarakat setempat agar terus melakukan pengontrolan terhadap tekanan darah mereka, demikian Setiawan Suseno. (adi/B)
Editor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2011