Sebagian warga yang tinggal di Kecamatan Karang Bintang Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, mengikuti pelatihan pembuatan pupuk hayati yang dilaksanakan oleh Dinas Perikanan setempat selama empat hari sejak 26 Agustus 2020.
"Pelatihan ini Dinas Perikanan Tanah Bumbu bekerjasama dengan Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan untuk melatih warga membuat pupuk hayati," kata Tim Koordinator Pelatihan dari Dinas Perikanan Tanah Bumbu A. Gafur Ariyasi, di Batulicin Kamis.
Pelatihan ini dilaksanakan untuk menambah pengetahuan dan keterampilan masyarakat tentang cara pengolahan pupuk hayati yang berasal dari hasil laut seperti cangkang rajungan, cangkang kepiting, rumput laut, kulit udang dan lain sebagainya.
Pembuatan pupuk hayati yang berbahan dasar dari hasil laut juga dapat ditambahkan mengunakan kotoran sapi atau tandan sawit yang sudah menjadi abu untuk menambah kualitas pupuk tersebut.
Menurut dia, keunggulan pupuk hayati dibandingkan pupuk jenis lain adalah sebagai pembangkit kehidupan tanah, penyubur tanah dan penyedia nutrisi tanaman.
Mikroorganisme yang terdapat dalam pupuk tersebut mampu bekerja dengan cara mnambat zat hara yang berguna bagi tanaman. Beberapa mikroorganisme berfungsi sebagai penambat N, tanpa bantuan mikroorganisme tanaman tidak bisa menyerap nitrogen dari udara.
Aktivitas mikroorganisme dapat membantu memperbaiki kondisi tanah baik secara fisik, kimia maupun biologi. Dan menguraikan sisa-sisa zat organik untuk dijadikan nutrisi tanaman.
Gafur melanjutkan, ada dua hasil produk pembuatan pupuk hayati yakni pupuk cair dan padat dengan jangka waktu pembvuatan selama 15 hari karena proses fermentasi.
"Terkait maslaha biaya, pembautan pupuk hayati sangat terjangkau sebab semua bahan yang diperlukan sangat mudah dan tersedia di lingkungan tempat tinggal warga," ujarnya.
Ini menjadi peluang usaha bagi masyarakat Tanah Bumbu hingga dapat menciptakan lapangan kerja baru dan menjadi substitusi atau pergantian dari pupuk kimia ke pupuk hayati.
"Kegiatan serupa diharapkn dapat dikembangkan dan dikelola oleh Bumdes setempat guna pengembangan usaha masyarakat wilayah tersebut," pungkas Gafur.
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2020
"Pelatihan ini Dinas Perikanan Tanah Bumbu bekerjasama dengan Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan untuk melatih warga membuat pupuk hayati," kata Tim Koordinator Pelatihan dari Dinas Perikanan Tanah Bumbu A. Gafur Ariyasi, di Batulicin Kamis.
Pelatihan ini dilaksanakan untuk menambah pengetahuan dan keterampilan masyarakat tentang cara pengolahan pupuk hayati yang berasal dari hasil laut seperti cangkang rajungan, cangkang kepiting, rumput laut, kulit udang dan lain sebagainya.
Pembuatan pupuk hayati yang berbahan dasar dari hasil laut juga dapat ditambahkan mengunakan kotoran sapi atau tandan sawit yang sudah menjadi abu untuk menambah kualitas pupuk tersebut.
Menurut dia, keunggulan pupuk hayati dibandingkan pupuk jenis lain adalah sebagai pembangkit kehidupan tanah, penyubur tanah dan penyedia nutrisi tanaman.
Mikroorganisme yang terdapat dalam pupuk tersebut mampu bekerja dengan cara mnambat zat hara yang berguna bagi tanaman. Beberapa mikroorganisme berfungsi sebagai penambat N, tanpa bantuan mikroorganisme tanaman tidak bisa menyerap nitrogen dari udara.
Aktivitas mikroorganisme dapat membantu memperbaiki kondisi tanah baik secara fisik, kimia maupun biologi. Dan menguraikan sisa-sisa zat organik untuk dijadikan nutrisi tanaman.
Gafur melanjutkan, ada dua hasil produk pembuatan pupuk hayati yakni pupuk cair dan padat dengan jangka waktu pembvuatan selama 15 hari karena proses fermentasi.
"Terkait maslaha biaya, pembautan pupuk hayati sangat terjangkau sebab semua bahan yang diperlukan sangat mudah dan tersedia di lingkungan tempat tinggal warga," ujarnya.
Ini menjadi peluang usaha bagi masyarakat Tanah Bumbu hingga dapat menciptakan lapangan kerja baru dan menjadi substitusi atau pergantian dari pupuk kimia ke pupuk hayati.
"Kegiatan serupa diharapkn dapat dikembangkan dan dikelola oleh Bumdes setempat guna pengembangan usaha masyarakat wilayah tersebut," pungkas Gafur.
Editor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2020