Batulicin (ANTARA) - Salah satu pelaku UMKM Asal Kecamatan Mentewe Kabupaten Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan, Rina Puji Lestari (40) mengakui, omset hasil jualan di momen expo beraksi 2026 mencapai Rp2 juta/hari atau meningkat hingga 300 persen.
"Pada hari biasa omset jualan kami hanya Rp500 ribu/hari, dengan adanya momen ekspo yang dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah Tanah Bumbu meningkat tiga kali lipat," kata Rina di Batulicin Ahaad.
Dia mengaku senang dan Bahagia mendapatkan fasilitas tempat jualan atau stand yang disiapkan oleh pemerintah daerah secara gratis atau tidak dipungut biaya.
Ada beberapa Produk UMKM yang jajakan oleh Rina, ada kripik singkong, kripik pisang, olahan jahe bubuk siap saji, madu murni, rengginang singkong.
Untuk jenis minuman ada es teh, es buah, air mineral, dan aneka makanan berupa mie instan rebus, goreng, dan lalapan.
"Di momen biasa produk UMKM yang kami produksi kurang lebih sekitar 500 bungkus/hari namun di momen expo ini kami kebanjiran orderan karena meningkatnya jumlah pesanan yang mencapai 1500-2000 bungkus/hari," ungkapnya.
Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif melalui Kabid Perdagangan dan Kemetrologian pada Dinas Koperasi Usaha Mikro Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Tanah Bumbu, Hendro Satria Rakhmatullah mengungkapkan, pada event tersebut pemerintah darah menyiapkan 92 stand untuk UMKM secara gratis.
Baca juga: Musrenbang Tanah Bumbu fokus pada penguatan infrastruktur
"Pemerintah daerah juga menyiapkan lima stand untuk bazar murah yang difasilitasi oleh Dinas Koperasi Usaha Mikro Perdagangan dan Perindustrian, DKPP Tanah Bumbu, TNI AD dan Distributor selama tujuh hari," kata Hendro.
Menurut dia, perputaran ekonomi dilokasi expo Tanah Bumbu beraksi diperkirakan mencapai ratusan juta per hari.
"Hal ini membawa dampak positif yang signifikan bagi perekonomian makro maupun mikro yang ada di "Bumi Bersujud"," tegasnya.
Pewarta: Sujud MarionoEditor : Sukarli
COPYRIGHT © ANTARA 2026