Marcus Fernaldi Gideon/Muhammad Shohibul Fikri sukses mengantongi kemenangan atas Hendra Setiawan/Pramudya Kusumawardana Riyanto pada turnamen internal PBSI di Jakarta, Jumat, melalui rubber game dengan skor 21-15, 13-21, 21-11.

Sempat unggul di gim pembuka, pasangan Marcus/Fikri justru tak berkutik di gim kedua karena permainan depan Hendra yang begitu menyulitkan. Hendra mengatur tempo permainan dan membuat Marcus/Fikri terbawa irama permainan yang lebih lambat.

"Koh Hendra memang bagus bola-bola depannya, dia bisa hentikan laju bola, temponya jadi pelan, dia sangat berpengalaman. Hari ini kami lebih fokus dan badannya lebih fit saja," ujar Marcus usai pertandingan yang disiarkan secara daring.



Sebagai pemain yang lebih muda, Fikri memetik banyak pelajaran dari pasangannya. Fikri menilai banyak hal teknis maupun non teknis yang mesti dilatih lagi.

Meski secara fisik ia bisa mengimbangi seniornya tersebut, namun Fikri masih perlu belajar menahan kesabaran dan fokus.

"Saya harus tingkatkan fokus supaya tidak mati-mati sendiri dan pola pikirnya. Pelajaran yang saya ambil dari koh Sinyo (Marcus) adalah ketenangan dan kesabarannya," ungkap Fikri.

Kendati begitu Marcus/Fikri tetap bersyukur atas hasil yang mereka raih di turnamen internal PBSI yang ditayangkan langsung secara daring ini. Kondisi fisik yang belum 100 persen kembali akibat lama absen di tengah pandemi COVID-19 juga menjadi salah satu kendala.

"Kalau fit seperti dulu sih pasti belum, karena latihannya kan belum full, masih jaga kondisi. Sekarang ini targetnya yang penting jangan sakit. Selain itu, kami baru berpasangan, masih banyak kekurangan yang perlu dilatih," Marcus mengungkapkan.
 

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar

Editor : Ulul Maskuriah


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2020