Manajer Sumber Daya Manusia (SDM) dan Hukum PLN Wilayah Kalsel-Teng, Mujiono menegaskan, aliran lisrik padam di Kalimantan Selatan dan Tengah bukan karena kekurangan daya melainkan adanya gangguan alam atau faktor teknis.
Pernyataan itu dikemukakannya di Banjarmasin, Kamis menanggapi banyaknya keluhan masyarakat terkait sering kali terjadi pemadaman aliran listrik di pelanggan.
Pemadaman listrik di wilayah Kalsel-Teng saat ini diakui karena ada gangguan teknis dan sedang dalam masa pemeliharaan demi kelancaran semua.
Persoalan kelistrikan selama ini mendapat sorotan warga bahkan dalam aksi demo terakhir berbagai elemen masyarakat sempat menjemput dan menggiring paksa Manajer PLN Banjarmasin dengan berjalan kaki dari gedung DPRD Banjarmasin menuju Kantor PLN berjarak sekitar satu kilometer untuk berdialog dan menandatangani pernyataan.
"Saat ini kondisi kelistrikan mengalami gangguan teknis terutama Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) sewa yang ada di Seberang Sungai Barito, Trisakti dan Palangkaraya," katanya .
Dengan adanya gangguan di PLTD Seberang Barito, Trisakti dan Palangkaraya maka daya listrik yang dihasilkan untuk menyuplai kebutuhan tidak dapat beroperasi secara maksimal.
Menurut dia, dengan adanya gangguan tersebut maka pihak PLN menyikapinya dengan berupaya melakukan perbaikan secepatnya terhadap gangguan mesin PLTD Seberang Barito, Trisakti dan Palangkaraya.
Selain itu, sambil menunggu perbaikan terhadap tiga mesin sewa itu untuk mengatasi kebutuhan masyarakat terhadap suplai daya listrik pihak PLN akan mengoperasikan mesin sewa lainnya.
Mesin sewa untuk memenuhi kebutuhan daya listrik masyarakat Kalsel-Teng sementara menunggu tiga mesin sewa yang sedang dalam perbaikan itu adalah mengoperasikan mesin sewa Kapuas dan mesin sewa Wijaya, katanya.
Mujiono menambahkan, secara bertahap mesin PLTD sewa lainnya akan masuk kesistem kelistrikan Barito dan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Asam-asam I yang saat ini sedang dalam masa pemeliharaan.
"Direncanakan pada 17 Juli 2010 beberapa daya listrik baru kembali akan masuk ke sistem kelistrikan di wilayah Kalsel-Teng," katanya.
Saat ini total daya mampu pembangkit untuk sistem kelistrikan Barito adalah 223 Mega Watt (MW) dengan beban puncak kelistrikan mencapai 220 MW.
Menurut dia, kelistrikan di wilayah Kalsel-Teng secara daya sudah terpenuhi namun apabila terjadi pemadaman itu bukan karena kurangnya daya kelistrikan namun adanya gangguan diluar perkiraan.
Ganguan diluar perkiraan antara lain berupa gangguan karena faktor alam seperti petir, pohon tumbang sedang satu lagi gangguan teknis seperti gangguan mesin pembangkit, gangguan distribusi karena trafo kontak dan putus serta terakhir gangguan transmisi seperti tower transmisi roboh.
Mengingat kondisi sistem kelistrikan Barito masih rentan karena tidak ada cadangan daya diharapkan kepada masyarakat mengurangi pemakaian listrik khusunya pada waktu beban puncak pukul 18.00-22.00 Wita.
"Kami mengajak kepada seluruh warga baik di Kalsel maupun Kalteng agar bisa berhemat dengan selalu mengurangi pemakaian listrik," demikian Muji.
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2010
Pernyataan itu dikemukakannya di Banjarmasin, Kamis menanggapi banyaknya keluhan masyarakat terkait sering kali terjadi pemadaman aliran listrik di pelanggan.
Pemadaman listrik di wilayah Kalsel-Teng saat ini diakui karena ada gangguan teknis dan sedang dalam masa pemeliharaan demi kelancaran semua.
Persoalan kelistrikan selama ini mendapat sorotan warga bahkan dalam aksi demo terakhir berbagai elemen masyarakat sempat menjemput dan menggiring paksa Manajer PLN Banjarmasin dengan berjalan kaki dari gedung DPRD Banjarmasin menuju Kantor PLN berjarak sekitar satu kilometer untuk berdialog dan menandatangani pernyataan.
"Saat ini kondisi kelistrikan mengalami gangguan teknis terutama Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) sewa yang ada di Seberang Sungai Barito, Trisakti dan Palangkaraya," katanya .
Dengan adanya gangguan di PLTD Seberang Barito, Trisakti dan Palangkaraya maka daya listrik yang dihasilkan untuk menyuplai kebutuhan tidak dapat beroperasi secara maksimal.
Menurut dia, dengan adanya gangguan tersebut maka pihak PLN menyikapinya dengan berupaya melakukan perbaikan secepatnya terhadap gangguan mesin PLTD Seberang Barito, Trisakti dan Palangkaraya.
Selain itu, sambil menunggu perbaikan terhadap tiga mesin sewa itu untuk mengatasi kebutuhan masyarakat terhadap suplai daya listrik pihak PLN akan mengoperasikan mesin sewa lainnya.
Mesin sewa untuk memenuhi kebutuhan daya listrik masyarakat Kalsel-Teng sementara menunggu tiga mesin sewa yang sedang dalam perbaikan itu adalah mengoperasikan mesin sewa Kapuas dan mesin sewa Wijaya, katanya.
Mujiono menambahkan, secara bertahap mesin PLTD sewa lainnya akan masuk kesistem kelistrikan Barito dan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Asam-asam I yang saat ini sedang dalam masa pemeliharaan.
"Direncanakan pada 17 Juli 2010 beberapa daya listrik baru kembali akan masuk ke sistem kelistrikan di wilayah Kalsel-Teng," katanya.
Saat ini total daya mampu pembangkit untuk sistem kelistrikan Barito adalah 223 Mega Watt (MW) dengan beban puncak kelistrikan mencapai 220 MW.
Menurut dia, kelistrikan di wilayah Kalsel-Teng secara daya sudah terpenuhi namun apabila terjadi pemadaman itu bukan karena kurangnya daya kelistrikan namun adanya gangguan diluar perkiraan.
Ganguan diluar perkiraan antara lain berupa gangguan karena faktor alam seperti petir, pohon tumbang sedang satu lagi gangguan teknis seperti gangguan mesin pembangkit, gangguan distribusi karena trafo kontak dan putus serta terakhir gangguan transmisi seperti tower transmisi roboh.
Mengingat kondisi sistem kelistrikan Barito masih rentan karena tidak ada cadangan daya diharapkan kepada masyarakat mengurangi pemakaian listrik khusunya pada waktu beban puncak pukul 18.00-22.00 Wita.
"Kami mengajak kepada seluruh warga baik di Kalsel maupun Kalteng agar bisa berhemat dengan selalu mengurangi pemakaian listrik," demikian Muji.
Editor : Abdul Hakim Muhiddin
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2010