Oleh Syamsuddin Hasan
Banjarmasin, (Antaranews.Kalsel) - Gubernur Kalimantan Selatan H Rudy Ariffin berpendapat, bidang pendidikan di wilayahnya yang terdiri 13 kabupaten/kota, sejak tahun 2013 menunjukkan berbagai kemajuan.
"Tingkat kemajuan itu terlihat dari beberapa aspek pembangunan bidang pendidikan," ujarnya pada rapat paripurna DPRD Kalsel yang dipimpin ketuanya Kolonel Inf (Purn) Nasib Alamsyah, di Banjarmasin, Senin.
Sebagai contoh angka melek huruf di Kalsel telah mencapai 96,95 persen, rata-rata lama sekolah 7,90 tahun, persentase kelulusan ujian nasional (UN) 2012/2013 untuk sekolah menengah umum (SMU) 99,64 persen dan sekolah menengah pertama (SMP) 97,91 persen.
Selain itu, Angka Partisipasi Murni (APM) SMA/SMK/MA/SMALB mencapai 72,25 persen, lebih tinggi dibandingkan dengan tahun 2012 tercatat 70,21 persen. Demikian pula Angka Partisipasi Kasar (APK) SMA/SMK/MA/SMALB mencapai 79,19 persen.
Potret lain kemajuan pendidikan di provinsi yang kini berpenduduk sekitar 4,2 juta jiwa tersebut, yaitu kenaikan APM dan APK untuk SMP/MTs/SMPLB/SMPT, masing-masing mengalami kenaikan menjadi 88,59 persen dan 98,80 persen.
Begitu pula APM dan APK untuk SDMI/SDLB di "Bumi Perjuangan Pangeran Antasari" ini meningkat hingga masing-masing mencapai 99,48 persen dan 118,45 persen, ujar Rudy Ariffin.
Sementara kualitas pendidikan di Kalsel bisa dilihat dari penghargaan bidang pendidikan yang diterima pemerintah provinsi setempat, seperti Satyalencana Pembangunan Pendidikan.
Selain itu, Anugrah Aksara Tingkat Pratama Bidang Pendidikan, Pelopor Penyelenggara Pendidikan Inklusif Nasional berupa Inclusive Award, Anugrah Ki Hajar, Anugrah Pendidikan PASIAD 2012 (Pasiad Education Awards) kategori birokrat pada 2012.
Kemudian penghargaan implementasi Peraturan Daerah Kalsel Nomor 3 tahun 2009 tentang Pendidikan Al Quran, serta Inclusive Education Award, demikian Rudy Ariffin.
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2014
Banjarmasin, (Antaranews.Kalsel) - Gubernur Kalimantan Selatan H Rudy Ariffin berpendapat, bidang pendidikan di wilayahnya yang terdiri 13 kabupaten/kota, sejak tahun 2013 menunjukkan berbagai kemajuan.
"Tingkat kemajuan itu terlihat dari beberapa aspek pembangunan bidang pendidikan," ujarnya pada rapat paripurna DPRD Kalsel yang dipimpin ketuanya Kolonel Inf (Purn) Nasib Alamsyah, di Banjarmasin, Senin.
Sebagai contoh angka melek huruf di Kalsel telah mencapai 96,95 persen, rata-rata lama sekolah 7,90 tahun, persentase kelulusan ujian nasional (UN) 2012/2013 untuk sekolah menengah umum (SMU) 99,64 persen dan sekolah menengah pertama (SMP) 97,91 persen.
Selain itu, Angka Partisipasi Murni (APM) SMA/SMK/MA/SMALB mencapai 72,25 persen, lebih tinggi dibandingkan dengan tahun 2012 tercatat 70,21 persen. Demikian pula Angka Partisipasi Kasar (APK) SMA/SMK/MA/SMALB mencapai 79,19 persen.
Potret lain kemajuan pendidikan di provinsi yang kini berpenduduk sekitar 4,2 juta jiwa tersebut, yaitu kenaikan APM dan APK untuk SMP/MTs/SMPLB/SMPT, masing-masing mengalami kenaikan menjadi 88,59 persen dan 98,80 persen.
Begitu pula APM dan APK untuk SDMI/SDLB di "Bumi Perjuangan Pangeran Antasari" ini meningkat hingga masing-masing mencapai 99,48 persen dan 118,45 persen, ujar Rudy Ariffin.
Sementara kualitas pendidikan di Kalsel bisa dilihat dari penghargaan bidang pendidikan yang diterima pemerintah provinsi setempat, seperti Satyalencana Pembangunan Pendidikan.
Selain itu, Anugrah Aksara Tingkat Pratama Bidang Pendidikan, Pelopor Penyelenggara Pendidikan Inklusif Nasional berupa Inclusive Award, Anugrah Ki Hajar, Anugrah Pendidikan PASIAD 2012 (Pasiad Education Awards) kategori birokrat pada 2012.
Kemudian penghargaan implementasi Peraturan Daerah Kalsel Nomor 3 tahun 2009 tentang Pendidikan Al Quran, serta Inclusive Education Award, demikian Rudy Ariffin.
Editor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2014