PT Jaminan Sosial Tenaga Kerja Kalimantan Selatan mengucurkan dana Rp6 miliar selama enam tahun terakhir untuk membantu usaha mikro kecil dan menengah daerah ini.
Angka itu disampaikan Kabid Jakons dan PKP PT Jamsostek Kalsel Syarif Abdul Hanan Al Kadri di Aula Dinas PU Kalsel, Rabu (9/3).
Menurut Hanan, pihaknya serius membantu UMKM terutama yang bergerak di bidang pengembangan kerajinan lokal seperti sasirangan dan beberapa kerajinan khas yang lain.
Kendati demikian, kata dia, pihaknya juga tidak menutup kemungkinan untuk membantu permodalan usaha kecil sektor lainnya dengan bunga pinjaman rata-rata 6 persen per tahun atau jauh lebih ringan dibanding suku bunga bank.
Selama enam tahun, kata dia, UMKM binaan Jamsostek di Kalsel mencapai 375 perajin skala rumah tangga. Jumlah tersebut diperkirakan terus bertambah.
Namun, kata dia, suku bunga rendah yang diberikan Jamsostek kurang dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat.
Beberapa perajin, kata Hanan, pada saat meminjam cukup baik, namun pada saat harus mengembalikan cukup berbelit-belit bahkan tidak sedikit yang mengalami kredit bermasalah.
Kondisi tersebut, kata dia, mengurangi kepercayaan pusat untuk memberikan tambahan dana, bahkan pada 2011 ini kuota Kalsel justru berkurang.
"Bila pada tahun-tahun sebelumnya kami mampu memberikan pinjaman hingga Rp1 miliar, tahun ini berkurang," kata Hanan di depan Sekretaris Daerah Pemprov Kalsel Mukhlis Gafuri dan Kepala Dinas Pemprov Kalsel.
Selain itu, kata Hanan, pihaknya juga harus memperketat persyaratan pinjaman, misalnya bila sebelumnya bisa meminjam tanpa agunan kini harus menggunakan agunan.
Dengan agunan yang nilainya sama dengan besarnya pinjaman tersebut diharapkan akan meminimalkan kredit bermasalah dan masyarakat lebih bertanggung jawab untuk mengembalikan dana pinjaman tersebut.
Sekda Kalsel Mukhlis Gafuri mengungkapkan, pihaknya segera menyusun program untuk bisa bersinergi antara program dinas Pemprov Kalsel dan pihak luar yang terkait.
"Saya rasa program Jamsostek cukup bagus sehingga perlu dilakukan sinergi sehingga tidak terkesan berjalan sendiri-sendiri," katanya.
Dengan sinergi yang baik, risiko seperti kredit macet dan lainnya bisa lebih diminimalkan, dan program yang dilakukan juga tidak tumpang tindih dengan program pemerintah.
"Jadi program-program pusat bisa seiring sejalan dengan program daerah, sehingga sasaran mengurangi angka kemiskinan bisa segera terwujud," katanya./B*C
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2011
Angka itu disampaikan Kabid Jakons dan PKP PT Jamsostek Kalsel Syarif Abdul Hanan Al Kadri di Aula Dinas PU Kalsel, Rabu (9/3).
Menurut Hanan, pihaknya serius membantu UMKM terutama yang bergerak di bidang pengembangan kerajinan lokal seperti sasirangan dan beberapa kerajinan khas yang lain.
Kendati demikian, kata dia, pihaknya juga tidak menutup kemungkinan untuk membantu permodalan usaha kecil sektor lainnya dengan bunga pinjaman rata-rata 6 persen per tahun atau jauh lebih ringan dibanding suku bunga bank.
Selama enam tahun, kata dia, UMKM binaan Jamsostek di Kalsel mencapai 375 perajin skala rumah tangga. Jumlah tersebut diperkirakan terus bertambah.
Namun, kata dia, suku bunga rendah yang diberikan Jamsostek kurang dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat.
Beberapa perajin, kata Hanan, pada saat meminjam cukup baik, namun pada saat harus mengembalikan cukup berbelit-belit bahkan tidak sedikit yang mengalami kredit bermasalah.
Kondisi tersebut, kata dia, mengurangi kepercayaan pusat untuk memberikan tambahan dana, bahkan pada 2011 ini kuota Kalsel justru berkurang.
"Bila pada tahun-tahun sebelumnya kami mampu memberikan pinjaman hingga Rp1 miliar, tahun ini berkurang," kata Hanan di depan Sekretaris Daerah Pemprov Kalsel Mukhlis Gafuri dan Kepala Dinas Pemprov Kalsel.
Selain itu, kata Hanan, pihaknya juga harus memperketat persyaratan pinjaman, misalnya bila sebelumnya bisa meminjam tanpa agunan kini harus menggunakan agunan.
Dengan agunan yang nilainya sama dengan besarnya pinjaman tersebut diharapkan akan meminimalkan kredit bermasalah dan masyarakat lebih bertanggung jawab untuk mengembalikan dana pinjaman tersebut.
Sekda Kalsel Mukhlis Gafuri mengungkapkan, pihaknya segera menyusun program untuk bisa bersinergi antara program dinas Pemprov Kalsel dan pihak luar yang terkait.
"Saya rasa program Jamsostek cukup bagus sehingga perlu dilakukan sinergi sehingga tidak terkesan berjalan sendiri-sendiri," katanya.
Dengan sinergi yang baik, risiko seperti kredit macet dan lainnya bisa lebih diminimalkan, dan program yang dilakukan juga tidak tumpang tindih dengan program pemerintah.
"Jadi program-program pusat bisa seiring sejalan dengan program daerah, sehingga sasaran mengurangi angka kemiskinan bisa segera terwujud," katanya./B*C
Editor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2011