Ratusan peserta Kongres Budaya Banjar (KKB) V yang berlangsung dari tanggal 28 November hingga 1 Desember 2019, dihibur oleh kesenian khas Banjar, Mamanda.

Pertunjukan seni mamanda di hadapan kulaan banjar yang datang dari berbagai provinsi di tanah air,Singapura, Brunei Darussalam, dan Malaysia tersebut, berlangsung di Gedung Mahligai Pancasila, Jumat malam.

Mamanda adalah seni teater atau pementasan tradisional yang berasal dari banua banjar yang lebih mengetengahkan cerita-cerita kerajaan. 

Uniknya, mamanda bisa menghidupkan suasana dengan terjalinnya komunikasi antara pemain dengan penonton. Penonton bisa aktif menyampaikan komentar-komentar lucu yang dapat membuat suasana jadi lebih hidup. 

Dalam pementasan mamanda yang juga dihadiri Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor atau Paman Birin dan beberapa tokoh masyarakat, dan seluruh peserta kongres budaya Banjar tersebut begitu memukau sehingga malam bisa larut tanpa terasa.
mamanda

Pementasan mamanda itu dirangkaikan dengan acara "Badandaman" seraya makan malam baimbai Paman Birin wan bubuhan Banjar nang datang dari seberang. Pancasila

Gubernur Paman Birin berpesan sebagai urang Banjar karena Banjar menyebar keseluruh penjuru sebagai ulama dan berbagai profesi dengan prinsip hidup dimana bumi dipijak disana langit dijunjung.

Dalam lakon mamanda yang dimainkan beberepa peran seperti hadam yang membuat gelak tawa hadirin, termasuk lagu-lagu Banjar yang dimainkan seraya menari.

Pewarta: Hasan Zainuddin

Editor : Ulul Maskuriah


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2019