Oleh Syamsuddin Hasan

Banjarmasin, (Antaranews.Kalsel) - Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Selatan mengungkapkan, jumlah rumah tangga usaha pertanian di provinsi tersebut mengalami penurunan.

"Diketauinya penurunan rumah tangga usaha pertanian (RTUP) itu dari hasil Sensus Pertanian 2013 (SP 2013) Mei lalu," ungkap Kepala Bidang Statistik BPS Kalsel Fakhri, di Banjarmasin, Senin.

Ia menerangkan, pada 2003 tercatat 470.884 RTUP di Kalsel, namun berdasarkan SP2013 hanya tinggal 432.350 RTUP atau mengalami penurunan 38,525 rumah tangga.

Secara absolut, penurunan terbesar terjadi di Kota Banjarmasin dan terendah di Kabupaten Barito Kuala (Batola), yaitu masing-masing turun sebanyak 7.958 rumah tangga dan 199 rumah tangga selama sepuluh tahun.

Sedangkan Kabupaten Balangan dan Tabalong mengalami kenaikan jumlah RTUP sebanyak 1.362 dan 530 rumah tangga, ungkapnya dalam jumpa pers di Kantor BPS Kalsel, Jalan KS Tubun (Pekauman) Banjarmasin).

Namun secara persentase, Kota Banjarmasin, daerah yang paling banyak mengalami penurunan dari 13 kabupaten/kota se -Kalsel, lanjutnya, didampingi Kepala Bidang Distribusi BPS tingkat provinsi tersebut.

Penurunan RTUP di "kota seribu sungai" Banjarmasin itu, sebesar 58,62 persen atau 5,56 persen pertahun. Sedangkan yang mengalami penurunan paling sedikit Batola yaitu 0,38 persen atau 0,038 persen per tahun.

Sementara jumlah perusahaan pertanian berbadan hukum terbanyak di Kabupaten Kotabaru tercatat 38, sementar di Kabupaten Balangan tidak terdapat perusahaan pertanian berbadan hukum.

Usaha pertanian lainnya terbanyak di Kabupaten Banjar dengan 42 unit usaha, sementara di Batola tidak terdapat unit usaha pertanian lainnya, ungkapnya.

Ia menambahkan, hasil SP2013 yang mereka (BPS Kalsel) ekspose masih bersifart sementara, dan untuk finalisasi masih menunggu pendataan lebih lanjut.

"Hasil akurat dar SP2013 itu, kemungkinan bulan November atau Desember mendatang," demikian Fakhri.

Pewarta:

Editor : Imam Hanafi


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2013