Satgas Karhutla Kabupaten Hulu Sungai Utara melaporkan terjadinya kebakaran lahan di Desa Tapus Dalam pada Selasa (13/8) petang.

Kebakaran lahan tersebut dilaporkan hampir mendekati pemukiman warga kalau tidak segera dipadamkan.

Staf kedaruratan dan logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Udi Hartono mengatakan, lahan sengaja dibakar oknum warga tak bertanggung jawab.
Baca juga: Polres Banjarbaru jaga kawasan bandara dari kebakaran lahan

"Namun adanya peristiwa kebakaran lahan yang hampir mendekati pemukiman kemaren pastinya akan menyadarkan warga  setempat tentang bahayanya membakar lahan," ujar Udi.
 
Satgas Karhutla berupaya memadamkan api. (Eddy Abdillah)
Udi mengatakan, pihak satgas karhutla dibantu warga bahkan berupaya memadamkan kebakaran lahan tersebut hingga Rabu.

"Alhamdulillah pemadaman api sudah bisa diatasi oleh BPBD dan beberapa unit BPK," katanya.

Kebakaran juga dilaporkan terjadi di wilayah Kecamatan Paminggir, tepatnya di  Desa Pal Batu dan Sapala serta info terbaru terjadi pula di atas Jenamas.

"Sebagian lokasi kebakaran hutan tidak terjangkau karena medan yang sulit," kata Udi.
Baca juga: 7.540 titik panas terdeteksi di Asia Tenggara hingga Papua Nugini

Udi mengatakan saat ini BPBD HSU belum bisa merilis luas lahan yang sudah terbakar di wilayah Kabupaten HSU karena masih dalam proses pendataan.

Sementara dari dari BPBD Kalsel telah merilis luas lahan dan hutan yang terbakar di Kalsel mencapai 980 hektar, sekitar 8,5 ha adalah kawasan hutan.
 
Pemantauan oleh tim Satgas Karhutla ke beberapa desa dan lokasi rawan kebakaran. (Eddy Abdillah)

Sumber lain menyebutkan, data luas lahan dan hutan terbakar yang dirilis BPBD Kalsel di.media, tentu berdasarkan laporan yang diterima dari BPBD kabupaten/kota.

Hampir semua wilayah kabupaten/kota-  kecuali Banjarmasin- dilaporkan terjadi kebakaran hutan dan lahan.

Lokasi titik api terpantau paling banyak terdapat di wilayah Kabupaten Tapin yakni sebanyak 89 titik api.
Baca juga: Polres Banjarbaru tingkatkan patroli cegah kebakaran hutan dan lahan

Akibat peristiwa kebakaran lahan dan hutan yang terjadi di Kalsel, hampir satu pekan terakhir Kota Amuntai dan sekitarnya selalu diselimuti kabut asap setiap pagi.
 

Pewarta: Eddy Abdillah

Editor : Hasan Zainuddin


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2019