Pantauan ANTARA Kalimantan Selatan, Sabtu, harga ikan gabus ukuran sedang (tiga ekor dalam satu kilogram) di pasaran Banjarmasin dan daerah sekitar, tetap seperti keadaan beberapa pekan sebelumnya, yaitu Rp60.000/Kg.
Sementara ikan peda, yang merupakan hasil tangkapan di perairan pantai/laut, kini hanya sekitar Rp18.000/Kg atau mengalami penurunan 25 persen dibadingkan pekan lalu seharga Rp24.000/Kg.
Dalam satu bulan terakhir harga ikan gabus di pasaran Banjarmasin dan sekitarnya tidak mengalami perubahan atau tetap bertahan Rp60.000 untuk ukuran sedang.
Namun untuk jenis ikan peda dalam sebulan terakhir tampak terus mengalami penurun, yaitu dari semua Rp36.000/Kg, turun menjadi Rp28.000/Kg. Kemudian turun lagi menjadi Rp24.000/Kg dan kini hanya Rp18.000/Kg.
Menurut sanah, pedagang ikan basah segar di kawasan pasar tumpah Jalan A Yani Km8 Banjarmasin, ikan peda tampaknya lagi musim, sehungga harga barang dagangan tersebut turun.
Sedangkan harga sejumlah ikan air tawar tetap tergolong mahal, bahkan cenderung naik, seperti jelawat Rp50.000/Kg dan anak ikan "papuyu" (sejenis kian betok) dari Rp40.000/Kg, kini menjadi Rp50.000/Kg.
Sebelumnya, Ambri (70), seorang penangkap ikan di Pantai Swarangan, Kabupaten Tanah Laut, Kalsel, menerangkan, sebagaimana bisa musim ikan peda dimulai Januari hingga April.
"Dalam kurun waktu Januari - April itu memang musim ikan peda, sehingga harganya turun dan hampir tak sebanding dengan harga kebutuhan lain, seperti beras dan gula pasir," ujar kakek dari enam cucu tersebut.
"Kalau pedagang atau pengumpul, mungkin masih bisa mendapatkan keuntungan, tapi bagi kami sebagai nelayan, keuntungan apa yang bisa di ambil. Karena itu, kami mengharapkan perhatian pemerintah," pinta Ambri.C
Editor : Asmuni Kadri
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.