Anggota Komisi IV DPR-RI Habib Nabiel Fuad Al Musawa mengharapkan, program kebun bibit rakyat (KBR) dari Kementerian Kehutanan (Kemenhut) jangan cuma mengejar target penanaman.


"Kalau cuma kejar target penanaman, program KBR itu belum bisa dikategorikan sukses," ujarnya dalam keterangan pers kepada wartawan yang tergabung dalam Journalist Parliament Community (JPC) Kalimantan Selatan, Selasa.

Menurut anggota DPR asal daerah pemilihan (dapil) Kalimantan Selatan (Kalsel) itu, program KBR bisa tergolong sukses bila tanaman tersebut berfungsi pula untuk perbaikan lahan kritis.

Selain itu, tanamannya yang menjadi kesukaan atau sesuai dengan minat masyarakat setempat sebagai salah satu bagian dari usaha untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan mereka.

"Sebab, kalau sesuai dengan keinginan atau minat masyarakat setempat, mereka bukan cuma bersemangat untuk menanam, tapi juga merasa bertanggung jawab memelihara/merawat," ujarnya.

Menurut dia dengan semangat dan tanggung jawab yang tinggi, untuk menanam serta merawat tanaman tersebut, pada gilirannya dapat mengembalikan lahan kritis menjadi tidak kritis lagi dan produktif," lanjutnya.

Oleh karenanya, program KBR seperti di Kalsel, mungkin yang cocok berupa tanaman karet. Sebab masyarakat setempa tak asing lagi dengan jenis tanaman karet.

"Apalagi kalau bibit tanaman karet itu dari varietas unggul, sehingga hasilnya pun tambah berkualitas. Hal tersebut akan menjadi kebanggaan masyarakat setempat," demikian Habib Nabiel.

Kalsel yang luas wilayahnya sekitar 37.000 Km2 terbagi 13 kabupaten/kota, dengan penduduk mencapai 3,6 juta jiwa dan sebagian masyarakat petani, sejak lama merupakan daerah pengekspor karet.

  Sementara data Dinas Kehutanan Kalsel menunjukkan, lahan kritis di provinsi tersebut belakangan mencapai 700.000 hektare, baik karena perambahan hutan maupun aktivitas lain, seperti kegiatan pertambangan./D.
(T.KR-SHN/C/B008/B008) 15-01-2013 17:06:31


Editor : Asmuni Kadri

COPYRIGHT © ANTARA 2026