Kapal kargo dan kapal lainnya di wilayah Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, diimbau berhati-hati dalam berlayar karena gelombang laut di perairan Jawa mencapai kisaran enam meter lebih.

Kasubsi Penjaga dan Keselamatan Kantor Admistrasi Pelabuhan (Adpel) Kotabaru, H Rahmad Jayadi, di Kotabaru, Senin, mengatakan, beberapa hari ini Adpel mengimbau yang menjurus melarang kapal untuk berlayar.

"Karena gelombang laut di perairan Kotabaru mencapai sekitar empat meter sedangkan di perairan Jawa mencapai kisaran enam meter," jelasnya.

Kapal-kapal yang diimbau yang menjurus melarang tersebut adalah kapal yang berlayar tujuan jauh, seperti ke Pulau Jawa.

Sedangkan untuk kapal tujuan batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu dan sekitarnya masih ditoleransi untuk bisa berlayar namun tetap harus berhati-hati.

Khusus untuk kapal tangker tujuan Banjarmasin tetap diimbau, dan diperbolehkan berlayar namun muatanya harus dikurangi hingga kisaran 40 persen dari muatan dalam kondisi normal.

"Hal itu mempertimbangkan kebutuhan akan BBM dan bahan pokok," ujar Jayadi.

Ia khawatir, apabila kapal tangker dilarang berlayar tidak ada jalan keluar, akan berdampak buruk terhadap kelistrikan atau distribusi sembako ke beberapa daerah. Menurut dia, imbauan tersebut semata-mata demi keselamatan dan kebaikan bersama.

Apabila dipaksakan kapal tetap berlayar dalam kondisi gelombang tinggi, dan terjadi musibah tenggelam.

"Maka kami yang akan disalahkan, kenapa memberi surat izin berlayar," ujarnya.

Sementara itu, beberapa hari terakhir telah terjadi kecelakaan laut di beberapa perairan di Indonesia karena gelombang tinggi.

Untuk menghindari musibah yang sama Kantor Admnistrasi pelabuhan Kotabaru mengimbau kapal yang tujuannya jauh untuk tidak berlayar hingga kondisi gelombang teduh.

Jayadi memperkirakan gelombang tinggi itu akan terjadi hingga sekitar akhir Januari, bahkan hingga Pebruari.

Pantauan ANTARA di perairan Kotabaru tampak puluhan kapal-kapal besar sandar melabuh jangkar.C


Editor : Asmuni Kadri

COPYRIGHT © ANTARA 2026