Anggota Komisi IV DPR-RI Habib Nabiel Fuad Al Musawa menilai, Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Bulog) gagal mencapai target pengadaan beras dalam negeri tahun 2012.

"Bulog diminta mengevaluasi kegagalan tersebut agar tidak terulang pada tahun 2013," katanya dalam keterangan pers kepada wartawan yang tergabung dalam "Journalist Parliament Community (JPC)" Kalimantan Selatan, di Banjarmasin, Kamis.

Anggota Komisi IV DPR yang juga membidangi pertanian itu, juga meminta Bulog harus bisa mengidentifikasi berbagai penyebab kegagalan pengadaan beras dalam negeri tersebut.

"Apakah penyebabnya karena target yang dipatok terlalu tinggi atau kinerja tim yang belum optimal, atau apa. Setelah teridentifikasi maka diharapkan kelemahan tersebut bisa diperbaiki di tahun 2013," lanjut anggota DPR asal daerah pemilihan Kalsel itu.

Ia mengungkapkan, awal tahun 2012, Perum Bulog mengumumkan target penyerapan beras petani sepanjang tahun tersebut sebanyak empat juta ton.

"Kemudian di awal tahun 2013, Bulog menginformasikan bahwa beras petani yang berhasil diserap sepanjang tahun 2012 sebanyak 3.664.240 ton," ungkap alumnus Institut Petanian Bogor (IPB) Jawa Barat (Jabar) itu.

"Jadi ada selisih sekitar 300 ribu ton. Ini jumlah yang banyak. Mengapa beras sebanyak itu gagal diserap," lanjut politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut.

Wakil rakyat dari PKS yang menyandang gelar insenyur dan magister bidang pertanian itu, mempertanyakan kehandalan strategi dorong tarik, jaringan semut dan "on farm" yang dibanggakan Bulog dalam menyerap beras dalam negeri.

"Gabungan ketiga strategi itu baru bisa dikatakan handal bila mampu menyerap beras dalam negeri sesuai target, bahkan melampaui target," ujarnya.

"Evaluasi dan perbaiki kelemahan ketiga strategi tersebut. Kalau perlu tambah strategi agar pada tahun 2013 pengadaan beras dalam negeri bisa mencapai target dan kita tidak perlu lagi ngimpor beras," demikian Habib Nabiel.


: Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026