Nilai Tukar Petani (NTP) di Kalimantan Selatan pada Desember 2012 tercatat 107,00 atau turun 0,52 persen dibandingkan Novemeber 2012 yang mencapai 107,55.

Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Selatan (Kalsel) Zulkifli dalam jumpa pers, di Banjarmasin, Rabu.

Ia mengungkapkan, turunnya NTP Kalsel pada Desember 2012 disebabkan indeks harga yang diterima petani (It) mengalami penurunan 0,08 persen dan indeks harga yang dibayarkan petani (Ib) hanya mengalami kenaikan 0,44 persen.

Dilihat dari subsektornya, tiga subsektor pertanian mengalami penurunan NTP, yaitu subsektor tanaman pangan sebesar 0,31 persen, hortikultura 1,98 persen dan subsektor tanaman perkebunan rakyat 0,03 persen.

Sementara itu, yang mengalami kenaikan, subsektor Peternakan sebesar 0,37 persen dan subsektor Perikanan naik 0,74 persen, lanjutnya mewakili Kepala BPS Kalsel.

Ia menambahkan, faktor lain yang juga mempengaruhi NTP, yaitu naiknya indeks harga Konsumsi Rumah Tangga pedesaan sebesar 0,46 persen menunjukan terjadinya Inflasi dipedesaan akibat naiknya indeks pada subkelompok Bahan Makanan sebesar 0,64 persen.

Selain itu, subkelompok Perumahan naik sebesar 0,52 persen, subkelompok Sandang naik sebesar 0,31 persen, dan subkelompok Kesehatan naik sebesar 0,42 persen.

Kemudian, subkelompok Pendidikan, Rekreasi dan Olah Raga naik sebesar sebesar 0,44 persen, sementara subkelompok Makanan Jadi turun sebesar 0,02 persen.

Pada Desember 2012, Provinsi Jawa Barat (Jabar) mengalami kenaikan NTP tertinggi sebesar 0,74 persen, sebaliknya Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) mengalami penurunan NTP tertinggi sebesar 1,08 persen.

Selama Tahun 2012, kenaikan NTP tertinggi terjadi pada September 2012 yaitu sebesar 0.25 persen, sedangkan penurunan NTP tertinggi Januari 2012 yaitu sebesar 0.60 persen. Sepanjang Tahun 2012, NTP mengalami kenaikan sebesar 0,79 persen.


Editor : Hasan Zainuddin

COPYRIGHT © ANTARA 2026