Kepala Seksi Angkutan Laut Administrator Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Urip Suratno di Banjarmasin, Minggu mengatakan, musim liburan tahun baru dan Natal tahun ini, penumpang kapal relatif sepi.
"Setiap keberangkatan kapal hanya membawa penumpang sekitar 100 orang, dari kapasitas kapal lebih dari seribu orang," katanya.
Padahal, kata dia, saat ini masa liburan panjang bagi anak-anak sekolah, yang diharapkan mampu menjadi momen bagi perusahaan pelayaran untuk ikut "panen" penumpang.
Begitu juga dengan arus barang, kata Urip, juga tidak terjadi kenaikan jumlah pengiriman yang berarti, hampir seluruh kegiatan pelayaran berjalan normal seperti biasanya.
"Mungkin banyak warga Kalsel yang memilih naik angkutan udara, sehingga penumpang kapal tetap sepi," katanya.
Namun demikian, kata dia, pihaknya tetap mengantisipasi berbagai kemungkinan yang terjadi, selama natal dan tahun baru, antara lain dengan tetap memperketat pengawasan keamanan.
Beberapa posko kesehatan dan pengamanan juga telah didirikan di Pelabuhan, untuk membantu penumpang maupun mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
"Pada Selasa, 1 Januari 2013, kita juga akan melaksanakan rapat evaluasi dan pengamanan dengan pihak terkait," katanya.
Tentang kondisi cuaca, kata Urip, relatif masih cukup bagus tidak ada kendala di laut seperti gelombang dan angin kencang, sehingga pelayaran berjalan cukup baik.
"Hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi saat ini, tidak berpengaruh terhadap pelayaran, karena gelombang laut tidak tinggi," katanya.
Kepala Bidang Angkutan Udara Dinas Perhubungan Pemprov Kalsel Ismail Iskandar mengatakan, selama liburan dan cuti bersama terjadi peningkatan penumpang pesawat sekitar 30 persen dibanding biasanya.
"Peningkatan jumlah penumpang hanya sekitar 30 persen, tidak seperti pada saat lebaran Idul Fitri lalu," katanya.
Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, Pemprov Kalsel tetap membentuk tim pengamanan terpadu menyambut natal dan tahun baru, termasuk pengawasan di Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin.
"Kami juga melakukan pengawasan terhadap penjualan tiket pesawat yang biasanya harganya lebih mahal dibandingkan hari biasa," katanya.
Menurut dia, bila ada agen yang menaikkan harga tiket diatas ambang batas atas, pihaknya tidak akan segan -segan untuk mengeluarkan surat teguran dan sanksi.
"Memang harga tiket saat ini cukup mahal, tetapi masih belum melampaui batas ambang atas yang telah ditetapkan pemerintah sehingga tidak ada sanksi," kata Ismail.
Editor : Asmuni Kadri
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.