Perkumpulan putera puteri sarabakawa (Pusaka) Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan melaksanakan workshop kelembagaan seni selama tiga hari, 12-14 Desember 2012.Â
Direktur Eksekutif Perkumpulan Pusaka Tabalong, Firman, di Tanjung, ibukota Tabalong, Rabu mengatakan terdapat 15 sanggar �seni yang �mengikuti workshop tersebut dengan mendapatkan pelatihan kelembagaan seni oleh yayasan �kesatuan �pelayanan kerjasama �(Satunama) asal Yogyakarta.
"Kita mengundang yayasan satunama asal Yogyakarta �untuk kegiatan worshop kelembagaan seni yang diikuti sekitar �15 sanggar seni di Tabalong," katanya.
Sebagai �fasilitatator, Yayasan Satunama Yogyakarta yang diwakilkan bidang pengembangan program, Metta Yanti memulai kegiatan workshop dengan mengajak peserta menceritakan peristiwa spesifik sejak usia di bawah 7 tahun, 18 tahun hingga 35 tahun.
"Peserta bisa menceritakan secara spesifik tiga peristiwa yakni yang tidak terlupakan saat usia kurang dari 7 tahun, peristiwa �paling menyenangkan usia 18 tahun �dan yang mengubah �hidup masa 18 sampai ��35 tahun," kata Meta didampingi manajemen pengetahuan I �Gede Edy Purwaka.
Mendengarkan cerita masing-masing peserta dengan berbagai peristiwa menarik dan menyenangkan jadi satu bentuk perkenalan yang unik serta menarik.
Seperti dilontarkan Jaya dari sanggar pusaka Tanjung, peristiwa yang tak terlupakan semasa kecil saat usia lima tahun harus kehilangan ibunya.
"Sejak lima tahun saya sudah tidak memiliki ibu karena itu menjadi hal yang tak terlupakan hingga sekarang," tutur Jaya.
 Workshop kelembagaan seni sendiri diikuti 15 sanggar seni dari �lima kecamatan yakni Murung Pudak, Tanjung, Kelua, Upau dan Muara Uya./D.
(T.KR-SYO/C/H005/H005) 12-12-2012 19:03:17
: Hasan Zainuddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.