"Sementara itu, nilai ekspor Kalsel September 2012 hanya mencapai 625,29 juta dolar AA," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalsel Iskandar Zulkarnaen di Banjarmasin, Senin.
Namun, kata dia, jika dibandingkan dengan nilai ekspor Oktober 2011, yang ketika itu mencapai 961,53 juta dolar AS, maka nilai ekspor Kalsel Oktoer 2012 turun 24,61 persen, lanjutnya.
Menurut dia, naiknya nilai ekspor Kalsel antara lain karena mulai menggeliat kembali harga beberapa komoditi di pasaran dunia, seperti batu bara.
"Kalau beberapa bulan lalu nilai ekspor Kalsel mengalami penurunan, salah penyebabnya, karena pasaran batu bara di dunia internasional agak melemah," ungkapnya tanpa merinci.
Secara kumulatif nilai ekspor Kalsel Januari � Oktober 2012 mencapai 7,98 miliar dolar AS atau naik 4,40 persen dibanding periode yang sama tahun 2011 yang hanya 7,65 miliar dolar AS.
Komoditi utama penyumbang ekspor terbesar dari "Bumi Perjuangan Pangeran Antasari" Kalsel Oktober 2012 berdasar kode Harmonized System (HS) 2 dijit adalah kelompok bahan bakar mineral (HS 27) dengan nilai 632,11 juta dolar AS.
Kemudian, kelompok lemak & minyak hewan/nabati (HS 15) dengan nilai 57,48 juta dolar AS dan kelompok kayu, barang dari kayu (HS 44) dengan nilai 12,53 juta dolar AS.
Negara utama tujuan ekspor Kalsel pada Oktober 2012, ke India dengan nilai 196,13 juta dolar AS, China dengan nilai 182,76 juta dolar AS dan Jepang dengan nilai 111,49 juta dolar AS.
Sejumlah komoditi ekspor non migas Kalsel antara lain batu bara, minyak mentah sawit (CPO), karet alam dan kayu, serta hasil keluatan dan perikanan.C
: Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.