"Dana Rp3 miliar tersebut diperoleh Pemkab Kotabaru dari Dana Alokasi Khusus (DAK)," kata Kepala Dinas Ciptakarya Perumahan dan Permukiman Kotabaru H Akhmad Rivai, MSi, Senin.
Dia menjelaskan, DAK Rp3 miliar tersebut, untuk sanitasi dialokasikan sekitar Rp1,6 miliar dan pemenuhan air bersih sekitar Rp1,4 miliar.
Dinas Cipta Karya merencanakan, dana untuk pemenuhan air bersih akan diperuntukkan membangun jaringan distribusi dari pipa induk ke rumah warga.
"Kami berencana membangun jaringan distribusi di Instalasi Kota Kecamatan (IKK) Sengayam, Kecamatan Pamukan Barat, dan Bakau, Kecamatan Pamukan Utara," imbuhnya.
Rivai mengaku, Dinas Cipta Karya baru APBD 2013 mendapatkan dana DAK dari pemerintah pusat.
Sedangkan sebelumnya, Cipta Karya hanya mengandalkan dana dari pemerintah daerah, terkadang dari pemerintah provinsi Kalsel.
Sebelumnya, Direktur PDAM Kotabaru, Zulkifli AR, di Kotabaru, mengatakan, Kotabaru pada 2011 mendapatkan suntikan dana dari APBN sebesar Rp4 miliar untuk membangun IKK di Bakau dengan kapasitas 20 liter per detik.
"Selain dana dari APBN, pemerintah daerah juga mengalokasikan dana pendamping sebesar Rp1 miliar untuk mendukung penyediaan sarana air bersih untuk masyarakat di Pamukan Utara," katanya.
Dana empat miliar rupiah untuk membangun instalasi mulai dari sumber air di Bakau hingga bak penampungan akhir.
Perusahaan itu menargetkan bahwa instalasi tersebut dapat melayani sedikitnya 500 pelanggan yang tersebar di beberapa desa di Kecamatan Pamukan Utara.C
: Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.