"Defisit atau kekurangan anggaran sepanjang 2013 diperhitungkan sebesar Rp8 miliar lebih," ujar Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota Banjarbaru Thalmi Hasani, Sabtu.
Ia mengatakan, defisit anggaran yang nilainya mencapai miliaran rupiah itu terjadi akibat belanja daerah yang lebih besar dibandingkan pendapatan daerah sehingga terjadi selisih anggaran.
Disebutkan, belanja daerah sepanjang tahun diperhitungkan sebesar Rp 609.210.4922.495, dan pendapatan daerah diperkirakan mencapai Rp 601.204.472.800 sehingga terjadi selisih atau defisit Rp8.006.019.695.
"Meski pun anggaran mengalami defisit tetapi kekurangan akan ditutupi pembiayaan yang berasal dari sisa lebih perhitungan anggaran tahun sebelumnya atau silpa sebesar Rp14,5 miliar," ungkapnya.
Dikatakan, rancangan APBD Kota Banjarbaru 2013 secara umum sudah disampaikan Wali Kota Banjarbaru Ruzaidin Noor di depan anggota DPRD setempat pada rapat paripurna yang dilaksanakan, Selasa (6/11).
Agenda rapat paripurna adalah penyampaian pengantar nota keuangan RAPBD 2013 yang terdiri dari pendapatan daerah, belanja daerah dan pembiayaan daerah yang digunakan untuk membiayai berbagai kegiatan.
Pendapatan daerah yang diperkirakan sebesar Rp601,2 miliar berasal dari Pendapatan Asli Daerah sebesar Rp49,3 miliar, dana perimbangan sebesar Rp446,2 miliar dan lain-lain pendapatan daerah yang sah Rp105,5 miliar.
Untuk belanja daerah direncanakan sebesar Rp609,2 miliar yang terdiri dari belanja tidak langsung sebesar Rp309,3 miliar dan belanja langsung yang digunakan untuk membiayai pembangunan sebesar Rp299,8 miliar.
"Besarnya belanja tidak langsung yang digunakan untuk memenuhi belanja aparatur 50,78 persen, sedangkan belanja langsung atau belanja pembangunan terhadap total belanja sebesar 49,22 persen," kata Thalmi.
Ditambahkan, APBD merupakan salah satu instrumen meningkatkan kesejahteraan dan pelayanan umum masyarakat dalam batas otonomi daerah sehingga pelaksanaannya harus konsisten terhadap arah kebijakan umum daerah.
Editor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.