Dinas Pendidikan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan bersama Sekolah Tinggi Ilmu Komputer Banjarmasin menyelenggerakan pekan olimpiade komputer yang diikuti oleh perwakilan dari empat wilayah Kalimantan, Selasa.
Kepala Dinas Pendidikan Kalsel, Ngadimun, di Banjarmasin, mengatakan, pekan olimpiade komputer ini sebagai salah satu upaya pemerintah dan dunia pendidikan untuk meningkatkan perkembangan teknologi berbagai bidang.
"Pekan olimpiade komputer ini merupakan yang ke lima kalinya dan kini telah banyak membawa hasil terutama terhadap peningkatan kemampuan teknologi generasi muda," katanya.
Pekan olimpiade yang diikuti oleh 36 peserta dari Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat tersebut, dilaksanakan di STMIK Banjarmasin mulai Selasa (6/11).
Menurut Ngadimun, perkembangan teknologi komputer di Kalimantan Selatan kini cukup pesat, hampir sebagian besar anak-anak sekolah bahkan anak SD sudah mahir menggunakan komputer.
"Komputer saat ini sudah menjadi kebutuhan wajib bagi anak-anak sekolah, melalui olimpiade ini, kami berharap akan muncul generasi muda Kalimantan yang mampu menang di tingkat nasional maupun internasional," katanya.
Menurut Ngadimun, saat ini beberapa sekolah SMK di Kalsel juga telah mampu merakit sendiri komputer yang juga telah dimanfaatkan oleh beberapa dinas dan instansi di lingkungan pemerintah provinsi.
Selain para siswa, para guru juga dituntut untuk terus meningkatkan kemampuan penguasaan teknologi melalui kursus maupun melanjutkan pendidikan sesuai dengan kebutuhan pengajaran yang diperlukan.
"Kami telah memberi banyak biasiswa kepada guru mulai SD hingga SMA untuk melanjutkan pendidikan sesuai dengan bidang ilmu masing-masing, sebagai upaya meningkatkan sumber daya manusia di Kalsel," katanya.
Pemerintah Provinsi Kalsel, tambah dia, cukup komitmen terhadap peningkatakan kualitas pendidikan dan peningkatan sumber daya manusia ini, sehingga dalam waktu dekat Gubernur Kalimantan Selatan Rudy Ariffin bakal mendapatkan penghargaan Ki Hajar Dewantara.
 Pada 2012, Kalsel mendapat alokasi dana untuk pendidikan sekitar Rp600 miliar dengan rincian Rp400 miliar untuk biaya operasional sekolah (BOS) dan sisanya untuk biasiswa anak-anak kurang mampu, gaji guru serta pemberian sertifikasi dan operasional pendidikan lainnya. /D.
(T.U004/B/F002/F002) 06-11-2012 09:21:28
: Hasan Zainuddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.