Kondisi tersebut, kata Gubernur usai peringatan Hari Sumpah Pemuda di halaman kantor Pemprov Kalsel Senin, tidak salah tetapi harus diimbangi dengan pemahaman nilai-nilai wawasan kebangsaan.
"Banyak pemuda kini fokus pada dunianya sendiri seperti komunitas pecinta motor gede, kemudian komunitas pang dan lainnya, saya harap hal tersebut diimbangi dengan empat pilar wawasan kebangsaan," katanya.
Menurut Gubernur, empat pilar kebangsaan tersebut, yaitu Sumpah Pemuda sebagai komitmen Bhineka Tunggal Ika, Pancasila Dasar Indonesia Merdeka, Proklamasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia dan UUD�45.
Ke-4 Pilar ini merupakan kandungan dari empat peristiwa yaitu, Peristiwa Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, Penetapan Pancasila pada 1 Juni 1945, Proklamasi 17 Agustus 1945, dan pengesahan UUD�45 pada 18 Agustus 1945 yang menjadi kronologi terbentuknya NKRI.
"Saya yakin nilai-nilai kebangsaan generasi muda saat ini tidak menipis, namun karena mereka asik dengan dunianya sendiri, perlu kembali diingatkan tentang pentingnya empat pilar kebangsaan tersebut," katanya.
Empat pilar kebangsaan itu, tambah dia, perlu kembali dikampanyekan dan disosialisisasikan terus, untuk mencegah pengaruh-pengaruh budaya dari luar yang sebagian berdampak buruk pada persatuan dan kesatuan bangsa.
Apalagi, tambah dia, saat ini globalisasi mulai masuk ke Indonesia juga Kalimantan Selatan, yang bukan hanya membawa dampak positif tetapi juga dampak negatif dan tidak menutup kemungkinan, bisa berpengaruh terhadap mental generasi mendatang.
Kondisi tersebut, tambah dia, harus diantisipasi melalui berbagai kegiatan tentang pentingnya cinta tanah air dan terus menanamkan nilai sejarah perjuangan bangsa melalui pendidikan formal maupun informal.
"Saya yakin globalisasi dan perkembangan teknologi telah banyak mengubah cara pandang dan cara berpikir generasi muda jauh lebih maju, sehingga nilai-nilai budaya bangsa harus tetap ditanamkan," katanya.
Sebelumnya, pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan bersama mahasiswa dan unsur pemuda bertekad untuk kembali melestarikan dan membudayakan bahasa Indonesia yang baik dan benar yang kini telah tergerus oleh bahasa gaul dan bahasa asing.
Pada hari Sumpah Pemuda kali ini pemerintah menjadikan momen untuk membudayakan bahasa Indonesia yang kini banyak ditinggalkan oleh generasi muda dan diganti dengan bahasa gaul sebagai percakapan sehari-hari.
Salah satu upaya untuk mengingatkan kembali tentang pentingnya bahasa Indonesia yang baik dan benar dan dibakukan, adalah dengan membagikan stiker kepada warga di kota Banjarmasin.
Melalui pembagian stiker dengan tema "gerakan cinta bahasa Indonesia" diharapkan kembali mampu menumbuhkan rasa persatuan dan kesatuan serta kebanggaan untuk berbahasa Indonesia secara baik dan benar.
"Banyak generasi muda saat ini memilih dan bangga untuk belajar bahasa asing daripada bahasa Indonesia," kata Sekda.C
: Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.