Ketua DPRD Kalimantan Selatan Nasib Alamsyah meminta pemerintah pusat agar lebih memperhatikan masalah kelistrikan di provinsinya yang masih kekurangan daya sehingga sering "byar pet" (hidup mati).

"Saya kira wajar-wajar saja dan tidak terlalu berlebihan kalau pemerintah pusat menaruh perhatian yang agak lebih terhadap Kalsel dalam masalah kelistrikan," ujar politisi senior Partai Golkar tersebut, di Banjarmasin, Rabu.

"Pasalnya, Kalsel merupakan `lumbung energi` listrik, sehingga wajar pula mendapat perhatian lebih dari hal kelistrikan. Bahkan aneh, kalau lumbung energi listrik sampai kekurangan daya," lanjut mantan Komandan Korem Bone Sulawesi Selatan itu.

Karenanya, pensiunan perwira menengah TNI-AD yang berpangkat terakhir kolonel infantri itu, juga mengharapkan, pembangunan tambahan pembangkit pada Pusat Listrik Tenaga Uap (PLTU) Asam-Asam di Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalsel segera tuntas.

"Sebenarnya saya sudah bosan membicarakan masalah PLN atau kelistrikan Kalsel tak kunjung selesai penanganannya. Tapi karena ini menyangkut aspirasi atau kebutuhan rakyat banyak, maka saya tetap menyuarakan," katanya.

Mantan Komandan Kodim 1007 Banjarmasin Tahun 1993 itu, mengaku, memaklumi permasalahan manajemen PT PLN Wilayah Kalselteng dalam upaya mengatasi masalah kelistrikan, yang tak kunjung selesai.

"Tapi mereka (manajemen PLN Kalselteng) tidak bisa berbuat banyak, karena hanya sebagai operatur, bukan pemegang kebijakan atau pembuat regulatur," lanjutnya menjawab wartawan yang tergabung dalam Journalist Parliament Community (JPC) Kalsel.

Oleh karena itu, tanpa perhatian pemerintah pusat yang lebih serius penyelesaian masalah kelistrikan di Kalsel tak akan pernah tuntas, demikian Nasib Alamsyah.

Sementara itu, manajemen PT PLN Wilayah Kalselteng terus berupaya menambah daya, guna memenuhi kebutuhan tenaga listrik pada dua provinsi bertetangga tersebut.

Sebagai contoh membangun pembangkit unit tiga dan empat pada PLTU Asam-Asam (125 Km timur Banjarmasin) dengan kapasitas terpasang 2 X 65 Mega Watt (MW).

Kemudian pada PLTU Asam-Asam tersebut dilanjutkan dengan pembangunan unit lima, enam dan tujuh, yang rencananya kapasitas terpasang masing-masing 60 MW.

Selain itu, pembangunan PLTU Pulang Pisau Kalimantan Tengah sebanyak dua unit pembangkit dengan kapasitas terpasang 2 X 60 MW.

Sebelumnya pada PLTU Asam-Asam sudah ada dua unit pembangkit dengan kapasitas terpasang 2 X 65 MW, yang kini saat dilakukan pemeliharaan (overhaul). C


: Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026