Berita palsu atau berita bohong alias hoaks tak henti-hentinya bermunculan, kami ingatkan masyarakat waspadaBanjarmasin (ANTARA) - Wakil Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Wakapolda Kalsel) Brigjen Pol Aneka Pristafuddin kembali mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap setiap informasi yang beredar agar terlebih dahulu dicek kebenarannya.
"Berita palsu atau berita bohong alias hoaks tak henti-hentinya bermunculan, kami ingatkan masyarakat waspada," ucap Aneka, Jumat (1/3).
Hal itu dikatakannya menyusul beredarnya hoaks yang berisi info pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) kolektif di Lapangan Murjani Banjarbaru pada Sabtu 2 Maret 2019.
"Polres Banjarbaru sudah menyatakan itu informasi bohong. Tolong masyarakat jangan mudah percaya atas informasi yang beredar secara berantai melalui pesan WhatsApp dan juga media sosial," jelas Wakapolda kepada Kantor Berita Antara.
Menurut Aneka, bentuk-bentuk berita hoaks biasanya sudah kelihatan. Yang jelas, kata dia, Kepolisian pasti akan memberikan informasi melalui pengumuman resmi baik di portal atau akun media sosial Polres setempat maupun media massa yang kredibel.
Sehingga jika ada berita atau informasi yang diragukan kebenarannya, maka segera konfirmasi ke polisi atau pihak berkompeten terkait berita yang muncul.
Sedangkan kepada jajaran, Wakapolda meminta agar setiap hoaks muncul dan membingungkan masyarakat, maka klarifikasi menjadi sesuatu yang bersifat segera wajib dilakukan agar warga tak resah atau tertipu dibuatnya.
"Saya juga minta tim Patroli Cyber segera melacak pelaku penyebarnya agar bisa dijerat hukum untuk efek jera," tandasnya.
Diketahui sebelumnya, informasi bohong ramai beredar soal pembuatan SIM kolektif yang akan berlangsung di Lapangan Dr Murjani pada Sabtu 2 Maret 2019. Dimana disebutkan pembuatan SIM tanpa tes dan hanya datang lalu foto dengan syarat melengkapi dokumen seperti KTP dan sebagainya.
Kepastian jika itu hoaks setelah Polres Banjarbaru mengumumkan atau mengklarifikasinya melalui akun Instagram @polres_banjarbaru.
Namun hoaks yang terlanjur menyebar tersebut sudah sempat dipercaya warga dengan banyaknya warga membuat surat keterangan sehat di Puskesmas serta surat keterangan dari kelurahan dan kecamatan setempat sesuai petunjuk dari isi informasi yang beredar.
Pewarta: FirmanEditor : Gunawan Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.