Pantauan ANTARA Jumat, puluhan meter siring yang berfungsi menahan gelombang dan ombak pada jalur yang menghubungkan ibukota Kabupaten Kotabaru dengan Berangas ibukota Kecamatan Pulau Laut Timur runtuh akibat digerus ombak besar.
Akibatnya, bahu jalan pada jalur tersebut runtuh, dan ketika air laut pasang besar, badan jalan di wilayah itu terendam air laut.
Menurut sejumlah warga Gedambaan, pecahan gelombang yang tingginya mencapai dua meter lebih beberapa pekan terakhir ini menyebapkan puluhan meter siring ambruk.
"Gelombang yang menabrak siring terlalu besar, bahkan ketinggianya mencapai atap peristirahatkan warga (sekitar 2 meter) di tepi jalan, sehingga dalam beberapa waktu saja siring ambruk," kata Siti, seorang warga.
Selain meruntuhkan puluhan meter siring jalur utama, ombak besar juga telah menggerus ratusan meter bibir pantai disekitar badan jalan di Desa Gedamabaan.
Ratusan batang pohon kelapa dan pohon kayu liar yang menahan siring dari gelombang, roboh diterjang ombak besar.
Jika hal ini dibiarkan, dikhawatirkan lambat-laun jalur utama Kotabaru-Brangas akan terputus, itu akan mengganggu transpotasi Kecamatan Pulau Laut Timur dan puluhan desa lainnya dengan ibukota kabupaten.
Mengingat tidak ada jalur alternatif lain untuk mengbhubungkan dua wilayah tersebut, selain jalur laut yang cukup jauh.
Sementara itu, sejumlah pengguna jalan mengaku terpaksa mengurangi kecepatannya ketika melintasi jalur tersebut pada saat air laut pasang, karena akan berakibat fatal.
Seorang pengendara sepeda motor Abu Bakar, mengaku tidak berani memacu kendaraanya dengan kecepatan tinggi, takut akan terjadi kecelakaan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kotabaru, H Ardian hingga saat ini belum dapat dikonfirmasi.
Editor : Asmuni Kadri
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.