"TMMD ke - 104 ini membantu percepatan pembangunan fisik dan non fisik di desa," jelas Anang.
Bhakti TNI yang dilaksanakan sejak 1980 ini ungkap Anang sebagai uoaya perkuat integrasi rakyat dan memberi kesejahteraan masyarakat.
Dengan mengutamakan pembangunan infrastruktur atau fisik yang menyentuh langsung masyarakat yakni membuka akses lebih luas untuk memudahkan pemasaran hasil pertanian.
Anang berharap melalui TMMD ke - 104 di Desa Ribang dan Desa Hayub bisa membangun budaya saling tolong menolong dan bahu membahu membangun 'Bumi Saraba Kawa' ini.
"Keberhasilan pelaksanaan TMMD tentunya tak lepas dari peran serta masyarakat dan semangat kebersamaan," jelas Anang.
Pembukaan TMMD ke - 104 sendiri digelar di Desa Ribang Kecamatan Haruai dihadiri anggota Kodim Tanjung, Barabai, Kandangan, Rantau dan Danyonif 621/Manuntung.
Dandim 1008/Tanjung Letkol Arm Edy Susanto dalam laporannya menyampaikan pembangunan fisik mencakup pembangunan badan jalan sepanjang 1,84 kilometer dengan lebar 7 meter, pengerasan badan jalan 945 meter kubik, pembuatan drainase, siring jalan, jembatan beton, rehab rumah hingga pembangunan pos kamling.
"Dukungan dana dari APBD Rp1,6 miliar dan anggaran komando atas sebesar Rp367 juta," jelas Edy.
Pewarta: Herlina LasmiantiEditor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.