"Saat kami meninjau Asrama Haji Kalsel, tampaknya pelayanan terhadap jemaah calon haji (JCH) sudah lebih baik dari tahun lalu," ujar Ketua Komisi IV DPRD provinsi setempat Habib Ali Khaidir Al Kaff, di Banjarmasin, Kamis.
Sebagai contoh tempat tidur JCH di asrama haji sebelum keberangkatan, kini tak lagi menggunakan kasur yang nyaris tidak layak untuk berbaring sebagaimana tahun lalu, tapi sudah diperbarui semua.
Politisi Partai Persatuan Pembangunan itu mengungkapkan, saat meninjau Asrama Haji Kalsel di Landasan Ulin, Kota Banjarbaru (28 Km utara Banjarmasin) hampir tak mendengar keluhan dari JCH mengenai pelayanan.
"Kecuali itu, dari pengelola Asrama Haji sedikit mengeluh, karena tegangan listrik yang turun-naik (tidak stabil), sehingga dikhawatirkan bisa mengganggu sistem komunikasi haji," ungkapnya.
"Memang kita berharap, tiap tahun selalu ada peningkatan pelayanan terhadap jemaah calon haji," lanjut Ketua Komisi IV DPRD Kalsel yang juga membidangi keagamaan (termasuk pelaksanaan ibadah haji) itu.
Pimpinan salah satu pengajian/majelis zikir di "kota seribu sungai" Banjarmasin itu, menyambut gembira sistem pemberangkatan JCH asal "Bumi Perjuangan Pangeran Antasari" Kalsel.
"Karena menurut informasi, keberangkatan JCH asal Kalsel tidak lagi digabung dengan JCH asal provinsi/embarkasi lain sebagaimana pada musim haji tahun lalu," ungkapnya.
"Kalau tahun lalu, sisa JCH Kalsel berangkat bersamaan dengan kelompok terbang (keloter) dari provinsi lain, tapi tahun ini tidak lagi," lanjutnya mengutip keterangan petugas embarkasi Banjarmasin.
JCH asal Kalsel pada musim haji 1433 H sebanyak 3.414 orang, yang sebelumnya terdaftar 3.811, dan dari sejumlah itu sekitar 45 persen masuk kategori berisiko tinggi.
Keloter I embarkasi Banjarmasin berangkat dari Bandara Syamsudin Noor menuju Arab Saudi, 25 September lalu sebanyak 325 orang, dan dikabarkan mereka sudah tiba dengan selamat.
: Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.