Kabut asap mulai masuk rumah-rumah penduduk Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, terutama yang berada di daerah pinggiran, sejak dua hari terakhir ini, demikian dilaporkan, Selasa.
Sebagai contoh di Kelurahan Pemurus Dalam, Kecamatan Banjarmasin Selatan, ruang rumah penduduk setempat penuh dengan bau kurang enak yang timbul karena kebakaran lahan.
Selain itu, "kalalatu" (vertikal-vertikal bekas kebakaran) berhamburan di halaman rumah, bahkan terkadang sampai masuk ruangan bila pintu ataupun jendela dalam keadaan terbuka.
Sebagai sebab akibat serangan kabut asap yang sampai menyeruak ke dalam rumah, banyak warga masyarakat mulai terserang penyakit inpeksi saluran pernafasan atas (ISPA).
Serangan ISPA tersebut ditandai dengan bersin-bersin, kemudian mengeluarkan air dari hidung atau hingus, disertai batuk-batuk kecil.
Sebagaimana dialami keluarga Nurul (60), warga Pemurus Dalam, selalu bersin dan mengeluarkan air di hidung, sehingga terpaksa berobat ke dokter.
Keadaan serupa dialami Imus (27), warga Tatah Balayung Kecamatan Banjarmasin Selatan, sehingga malas keluar rumah pada malam hari atau terlalu pagi.
Pada kesempatan terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kalsel drg H Rosihan Adhani mengingatkan, warga masyarakat yang mau keluar rumah atau bepergian sebaiknya menggunakan masker.
Karena alergi yang disebabkan kabut asap, menurut dia, sulit pengobatannya, kecuali cara yang agak efektif dengan pencegahan, seperti menggunakan masker jika keluar rumah atau mau bepergian.
"Dengan memakai masker, insya Allah kita tidak terhidup udara kotor karena tercemar oleh pembakaran, yang bisa membuat ISPA," pesan mantan Kepala Dinas Kesehatan Banjar Kalsel itu,
 Begitu pula dalam keadaan kabut asap yang menyebar kemana-mana, sebaiknya buat sementara waktu, rumah jangan terbuka, kecuali untuk keluar masuk, demikian Rosihan Adhani/D
(T.KR-SHN/B/M009/M009) 25-09-2012 12:03:29
: Hasan Zainuddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.