"Kita masih optimis dan memungkinkan menambah perolehan medali, terutama dalam cabang olahraga (cabor) gulat pada PON XVIII," ujar Ketua Pembinaan Prestasi Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Kalsel H Aini, di Pekanbaru, Sabtu.
Karena, lanjutnya, pegulat asal "Bumi Perjuangan Pangeran Antasari" Kalsel mengikuti 23 kelas gulat untuk putra dan putri, sementara yang sudah selesai pertandingan sebanyak lima kelas, sehingga masih ada 18 kelas lagi.
Ia mengaku, peroleh medali bagi pegulat Kalsel dalam PON XVIII di "Bumi Adat Melayau" Riau, belum maksimal, karena dari lima kelas yang sudah dipertandingkan, baru meraih satu emas, serta perak dan perunggu masing-masing satu.
"Oleh sebab itu, dengan sisa 18 kelas lagi, pegulat Kalsel akan lebih maksimal merusaha meraih medali emas, sesuai target semula, yaitu minimal lima emas," tandasnya.
"Walau cabor gulat ditarget meraih lima medali emas, para pegulat Kalsel tetap terus berupaya agar bisa melebihi target tersebut, sehingga dapat pula masuk sepuluh besar pada PON XVIII," demikian Aini.
Pegulat Kalsel yang berhasil meraih medali emas dalam cabor gulat pada PON XVIII, atas nama Arbainsyah kelas 55 Kg berhasil mengalahkan poin dari pegulat asal Jawa Timur Eri Rubianto.
Kemudian pegulat Kalsel atas nama Rian Akbar berhasil memperoleh medali perak pada kelas 66 Kg serta Heriadi mendapatkan perunggu untuk kelas 74 Kg.
Dalam PON XVIII, Kalsel mengirimkan 222 atlet guna 31 cabor dari 39 cabang olahraga dipertandingkan/dilombakan, hingga 21 September 2012. Jumlah cabor unggulan Kalsel dalam PON XVIII sebanyak 15 cabang meliputi gulat, menembak, tinju, angkat berat, dan bina raga.
Kemudian cabang olahraga loncat indah, renang, biliar, balap motor, taekwondo, base ball, catur, dayung, wushu dan pencak silat.
Selain itu, KONI Kalsel juga memiliki 21 cabor yang dianggap potensial seperti sepakbola, bola basket, bola voli, kempo, selam, bridge dan bulu tangkis dan golf. C
: Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.