"Sesuai fungsi dan peran sebagai media komunikasi, pers di Kalimantan Selatan (Kelsel) terus memotivasi masyarakat setempat untuk menumbuhkembangkan perekonomian daerah, terutama bagi peningkatan pendapatan dan kesejahteraan keluarga mereka sendiri," ujarnya di Banjarmasin, Ahad.
Begitu pula pers daerah terus mengedukasi serta mentransformasikan pengetahuan guna pertumbuhan, peningkatan dan pengembangan ekonomi kerakyatan di Kalsel yang kini berpenduduk empat juta jiwa lebih dari tersebar pada 13 kabupaten/kota, lanjutnya.
Pendapat mantan aktivis Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) itu berkaitan Hari Pers Nasional (HPN) Tahun 2019 dengan tema "Pers Memperkuat Ekonomi Kerakyatan Berbasis Digital" yang puncak peringatannya di Kota Surabaya, Jawa Timur.
Selain itu, menurut pensiunan pegawai negeri sipil yang bergabung dengan Partai Kebangkitan Bangsa tersebut, peran pers atau media masa di Kalsel yang tidak kalah pentingnya, yaitu turut menjaga suasana daerah yang tetap kondusif.
Pasalnya suasana daerah yang kondusif akan sangat menjunjung pertumbuhan, pengembangan dan peningkatan ekonomi kerakyatan, ujar alumnus Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin yang bergelar sarjana hukum serta magister ilmu hukum tersebut.
"Dengan suasana kondusif tersebut orang bisa bekerja atau berusaha dengan tenang dan nyaman, sehingga dapat menumbuhkembangkan perekonomian secara positif," lanjut wakil rakyat asal daerah pemilihan Kalsel I/Kota Banjarmasin itu.
"Karenanya, tidak salah kalau kita mengapresiasi pertumbuhan dan perkembangan pers sehat secara umum, tidak terkecuali di Kalsel yang tampak makin pesat," demikian Suripno sembari mengatakan "Dirgahayu Pers Indonesia" serta selamat ulang tahun Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).
Pewarta: SukarliEditor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.