Pembangunan infrastruktur Kalimantan Selatan mendukung pelaksanaan Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) dan pelaksanaan peraturan Menteri ESDM tentang larangan pengiriman bahan mentah ke luar negeri diharapkan selesai pada 2014.

Gubernur Kalimantan Selatan Rudy Ariffin di Banjarmasin, Kamis mengatakan, dalam satu pekan terakhir, Forum Percepatan Pembangunan Kalimantan yang anggotanya adalah empat Gubernur Kalimantan melakukan pertemuan dengan Kementerian Ekonomi dan beberapa pihak terkait.

Forum yang diketuai Gubernur Kalsel Rudy Ariffin tersebut membahas berbagai pesoalan tentang pembangunan infrastruktur Kalimantan baik itu Trans Kalimantan Poros Selatan yang belum juga selesai dan infrasturktur pendukung lainnya.

Khusus Kalsel, kata dia, yang dibahas adalah tentang rencana pengembangan Bandara Syamsudin NOor Banjarmasin, Pelabuhan Trisakti dan pentingnya pembangunan pelabuhan baru di Kabupaten Tanah Laut, terminal, jalan dan juga listrik.

"Kita berharap seluruh pembangunan tersebut bisa diselesaikan pada 2014 karena saat itu Permen ESDM tentang larangan raw material keluar dari Indonesia diberlakukan," katanya.

Menurut Gubernur, untuk bisa melaksanakan Permen ESDM, maka di Kalsel harus didorong tumbuhnya infestasi baik itu perusahaan dalam negeri maupun asing.

Mendukung masuknya investasi tersebut, kata dia, diperlukan berbagai fasilitas infrastruktur yang hingga masih belum memadai.

Seperti pembangunan Bandara Syamsudin Noor, kata dia, perlu dikembangkan terminal dan run way nya sehingga bisa didarati oleh pesawat berbadan lebar dan bisa menjadi Bandara Internasional.

Begitu juga dengan pelabuhan yang saat ini sudah sangat penuh, sehingga perlu dibangun pelabuhan alternatif di Tanah Laut untuk mendukung operasional pelabuhan Trisakti Banjarmasin.

"Seluruh kondisi tersebut telah kita sampaikan secara langsung kepada pemerintah pusat sesuai dengan bidangnya masing-masing," katanya.

Tanpa penyelesaian pembangunan infrastruktur tersebut, tambah dia, sangat sulit program MP3EI dan Permen ESDM dilaksanakan secara maksimal di Kalimantan," katanya.

Sedangkan listrik, kata dia, untuk PLTU Asam-Asam diharapkan akan selesai dibangun dan diresmikan pada tahun ini juga, dan disertai dengan peletakan batu pertama pembangunan PLTU unit 5,6 dan 7.

Dengan terbangunnya beberapa unit PLTU Aam-Asam dan beberapa unit PLTU di daerah lainnya di Kalsel, diharapkan kedepan cadangan listik Kalsel minimal 40 persen dari total beban puncak.

Dengan demikian, pada saat terjadi kerusakan, tidak perlu ada pemadaman bergilir sebagaimana yang terjadi saat ini.


Editor : Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026