"Bukan cuma optimistis, tapi sangat optimistis produksi padi Kalsel berdasarkan Aram I 2012, tercapai," ujar Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura tingkat provinsi tersebut, Aus Al Kausar, Kamis.
Mantan Sekretaris Badan Koordansi Penyuluhan (Bakorluh) Kalsel itu, menerangkan, sasaran produksi padi di provinsinya pada 2012 sebanyak 2,053 juta ton gabah kering giling (GKG).
"Tapi berdasarkan Aram I 2012, perkiraan produksi padi di provinsi yang terdiri 13 kabupaten/kota tersebut melampaui sasaran, yaitu menjadi 2,064 juta ton lebih GKG," lanjutnya menjawab ANTARA Kalsel.
"Bila dibandingkan dengan Angka Tetap (Atap) produksi padi Kalsel 2011, maka pada Aram I 2012 mengalami kenaikan sekitar 26 ribu ton GKG atau 1,29 persen," ungkapnya.
Kenaikan produksi padi Kalsel 2012 tersebut, karena peningkatan luas panen 6,7 ribu hektare (ha) atau sekitar 1,38 persen jika dibandingkan dengan 2011.
Sebagai contoh pembedayaan lahan lebak seluas 514.890 ha dari potensi yang mencapai 15.000 ha, seperti terdapat di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) dan Hulu Sungai Tengah (HST).
Produksi padi Kalsel dalam dua tahun terakhir menunjukan peningkatan, seperti 2010 sebanyak 1.842.090 ton GKG meningkat menjadi 2.038.309 ton GKG pada 2011, kemudian perkiraan Aram I 2012 meningkat lagi menjadi 2,064 juta ton GKG.
Begitu pula luasan panen 2010 tercatat 471.166 ha meningkat menjadi 489.134 ha dan untuk Aram I 2012 meningkat lagi jadi 495.873 ha.
Sedangkan tingkat produktivitas padi rata-rata/ha Tahun 2010 sebanyak 39,10 kuintal dan 41,67 kuintal pada 2011, kemudian sasaran Aram I 2012 menjadi 41,75 kuintal, demikian Kausar.
Berdasarkan data, penyumbang produksi padi Kalsel 2011 terbesar dari Kabupaten Barito Kuala (Batola) 342,68 ribu ton GKG, Tapin 252,69 ribu ton GKG dan Kabupaten Banjar 244,80 ribu ton GKG.
Kemudian Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) 230,05 ribu ton GKG, HST 204,99 ribu ton GKG, Tabalong 155,19 ribu ton GKG, HSU 153,31 ribu ton GKG dan Kabupaten Tanah Laut (Tala) 152,62 ribu ton GKG.
Dari 13 kabupaten/kota di Kalsel tersebut produksi padi terkecil pada 2011 Kota Banjarmasin tercatat 5,56 ribu ton GKG, Kota Banjarbaru 5,74 ribu ton GKG dan Kabupaten Kotabaru 82,72 ribu ton GKG.
: Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.