Ekspor perikanan, baik udang maupun ikan laut di Kalimantan Selatan dalam setiap tahunnya terus merosot.

Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kalimantan Selatan Gusti Yasni Iqbal di Banjarmasin Minggu (9/1) mengatakan, menurunnya volume ekspor perikanan terjadi karena musim yang tidak menentu.

Selain itu, kata dia, juga disebabkan belum adanya budidaya ikan yang cukup memadai, sehingga ekspor ikan sangat tergantung dengan cuaca.

Pada 2009, lanjutnya, volume ekspor perikanan Kalsel sebanyak 1,7 juta kilogram dan pada 2010 turun menjadi satu juta kilogram atau turun hingga 39,16 persen.

Penurunan volume ekspor tersebut berpengaruh terhadap nilai ekspornya yang turun hingga 42,7 persen.

Pada 2009,  nilai ekspor perikanan sebesar 8,7 juta dolar AS dan 2010 tinggal 4,9 juta dolar.

Penurunan itu terjadi karena ikan Kalsel  lebih banyak untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

"Ikan kita banyak dikirim ke Surabaya dan beberapa daerah lainnya," katanya.

Kendati nilai ekspor perikanan turun drastis, kata Iqbal, hal tersebut tidak mempengaruhi terhadap pencapaian target nilai ekspor Provinsi Kalsel secara keseluruhan.

"Kendati ekspor perikanan turun hingga 70 persen, tidak ada pengaruhnya terhadap nilai ekspor Kalsel," katanya.

Hal itu terjadi, kata dia, karena kenaikan maupun penurunan ekspor perikanan belum memiliki andil cukup besar terhadap kenaikan maupun penurunan ekspor Kalsel yang kini didominasi batubara.

"Kalau volume ekspor batubara turun dua persen saja pengaruhnya luar biasa, tapi kalau perikanan kendati naik 500 persen, juga hampir tidak berpengaruh," katanya.

Pada 2010,  target nilai ekspor sebesar 5,5 miliar dolar  dipastikan tercapai dan 2011 ditingkatkan menjadi 6 miliar dolar  AS.

Sementara meningkatkan produksi ikan untuk memenuhi kebutuhan dalam maupun luar negeri Pemprov Kalsel mengembangkan industri ikan air tawar di Kabupaten Banjar dan Kota Banjarbaru.

Kepala Bidang Promosi dan Investasi Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah Thalib mengatakan, pasar ikan kering air tawar kini terbuka luas baik didalam negeri maupun luar negeri.

Karena potensi pasar yang masih cukup luas tersebut, kata dia, kini pemprov bersama dengan instansi terkait mendorong masyarakat untuk terus melakukan budidaya ikan kering air tawar.

Apalagi, kata dia, potensi ikan air tawar di Kalsel yang tersebar pada 13 kabupaten dan kota cukup besar.

"Hampir semua daerah di Kalsel memiliki potensi ikan air tawar, sehingga kita akan terus promosikan industri ini," katanya.

Menurut Thalib, saat ini pihaknya sedang mendorong industri kecil maupun besar untuk memperbaiki kemasan ikan tersebut, sehingga selain aman dan awet juga akan lebih menarik konsumen.(U004/1022) 



: Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026