Menurut Kabid Pencegahan Penyakit Dinkes Kota Banjarmasin dr Dwi Atmi di Banjarmasin, Senin, korban virus nyamuk Aedes aegypti ini kebanyakan orang dewasa.
"Hanya satu balita yang terkena positif DBD ini, namun semuanya dapat tertangani," tuturnya.
Menurut Atmi, penanganan DBD ini bisa terlaksana karena kesadaran membawa korban secepatnya ke rumah sakit, sehingga dapat ditangani dengan baik.
Adapun daerah yang terdampak penyebaran DBD ini, yakni, terbanyak di wilayah Banjarmasin Timur, ada dua korban di Kelurahan Kuripan.
"Selebihnya masing-masing satu korban di Sungai Jingah, Kuin Raya, Teluk Dalam, Kelayan Timur dan Pemurus," ujarnya.
Dengan adanya kejadian ini, tutur Atmi, maka penanganan dilakukan, yakni, penyemprot dan pogging di wilayah terdampak.
Selain itu, tim kesehatan juga melakukan pembasmian jentik di wilayah masyarakat untuk mencegah berkembangnya nyamuk yang bisa membawa kematian tersebut.
"Kita minta masyarakat juga waspada, harus membersihkan lingkungannya, khususnya menyingkirkan sampah yang bisa mengandung air untuk tempat bertelur nyamuk," tuturnya.
Pewarta: SukarliEditor : Gunawan Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.