Wali Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Muhidin berjanji akan menindaklanjuti masalah status atau kepemilikan terminal induk kilomter enam kota setempat.
"Usai Lebaran saya akan pertanyakan status terminal ini ke Komisi I DPRD Kalsel," kata Muhidin di sela-sela pemantauan arus mudik Lebaran di Terminal KM 6 Banjarmasin, Rabu.
Menurut dia, dalam rencana pihaknya akan mempertanyakan status terminal tersebut. Bahkan akan melakukan sharing terkait rencana Pemkot untuk merehab terminal tersebut.
"Kita musyawarahlah dulu, terutama terhadap penyerahan asset terminal ini,"kata Muhidin.
Selain itu juga pihaknya ingin agar dalam rencana pembenahan terminal tersebut tidak terjadi masalah dikemudian hari. Sehingga langkah koordinasi ini agar status penyerahan asset tersebut jelas.
Sebelumnya, Kepala Bagian Keuangan dan Aset Daerah Banjarmasin, Madyan juga mengungkapkan, sebenarnya pihaknya sudah mengajukan surat permohonan penyerahan aset tersebut kepada pemprov, namun hingga saat ini belum ada jawaban resmi terhadap surat tersebut.
Menurut dia, sejauh ini pihaknya masih belum ada rencana untuk menindaklanjuti surat permohonan tersebut dan pihaknya hanya bersifat pro aktif menunggu arahan dari pemprov.
Selain itu, Pemkot yakin kalau penyerahan terminal tersebut yang sudah sah. Hal itu berdasarkan Permendagri No 7 Tahun 2007 Tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah.
Di dalamnya disebutkan jika penghapusan barang milik daerah boleh dilakukan, syaratnya, yakni untuk kepentingan umum.
Kondisi terminal saat ini semakin semrawut dan kumuh, kondisi ini yang menjadikan Pemkot ingin segera membenahinya dengan alasan memberikan kenyamanan pengunjung./D/D.
Editor : Asmuni Kadri
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.