"Pasar murah yang dilaksanakan Dinas Perindustrian dan Perdagangan bertujuan membantu warga kurang mampu agar mereka dapat membeli bahan pokok untuk kebutuhan selama Ramadhan," ujarnya di Banjarbaru, Senin.
Sesuai jadwal yang ditetapkan Disperindag, setiap kecamatan dari lima kecamatan yang ada di daerah itu mendapat jatah dua kali pasar murah dengan lokasi yang ditentukan kecamatan bersangkutan.
Ogi yang didampingi Kepala Disperindag Kota Banjarbaru Suriansyah itu mengatakan, pasar murah pertama dilaksanakan di Kecamatan Cempaka pada 30-31 Juli 2012 disusul di Liang Anggang pada 1-2 Agustus 2012.
Kecamatan Landasan Ulin mendapat giliran pada 6-7 Agustus 2012, kemudian Kecamatan Banjarbaru Utara pada 8-9 Agustus, dan Banjarbaru Selatan pada 13-14 Agustus 2012.
"Lokasi pelaksanaan diserahkan kepada kecamatan karena mereka yang mengetahui di mana saja warganya yang kurang mampu mengingat sasaran pasar murah adalah warga kurang mampu," kata Suriansyah.
Dia mengatakan, sesuai tujuan pasar murah yang membantu warga kurang mampu maka setiap paket bahan pokok yang dijual menggunakan sistem kupon dilengkapi tulisan khusus untuk keluarga berpenghasilan rendah atau tidak mampu.
"Setiap kupon yang dibagikan kepada penerimanya bertuliskan paket untuk masyarakat berpenghasilan rendah sehingga setiap paket yang dijual bisa tepat sasaran kepada keluarga kurang mampu," ujarnya.
Pihaknya menyiapkan 2.500 paket bahan pokok dengan pembagian 500 paket untuk setiap kecamatan. Pembelian menggunakan sistem kupon yang terlebih dahulu dibagikan kepada warga kurang mampu.
Ribuan paket bahan pokok yang merupakan kebutuhan sehari-hari itu dijual lebih murah daripada harga pasaran. Berbagai barang dalam paket itu antara lain gula pasir sebanyak dua kilogram, tepung satu kilogram, dan minyak goreng satu liter.
"Jika dinilai dengan uang setara Rp50.000, tetapi karena tujuannya untuk membantu warga kurang mampu dan berpenghasilan rendah sehingga paketnya dijual seharga Rp35.000," katanya. C
Editor : Asmuni Kadri
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.